Penyebab tabrakan beruntun di tol bisa datang dari pengemudi atau dari masalah pada mobil.

Pemberitaan mengenai kecelakaan beruntun di tol masih saja muncul. Ada di antaranya yang tak hanya mengakibatkan korban cedera, tapi sampai kehilangan nyawa.

Dengan mengetahui sebagian penyebabnya, setidaknya para pengemudi bisa berusaha menghindari insiden tersebut.

Auto2000, jaringan diler serta bengkel resmi Toyota di Indonesia, mengulas beragam penyebab tabrakan beruntun di tol. Sebagian besar bersumber dari perilaku mengemudi yang tidak baik atau kelalaian pengendara, tapi pula yang disebabkan oleh kendaraan.

Berikut paparannya, seperti dijelaskan melalui keterangan resmi pada awal pekan ini:

Penyebab Tabrakan Beruntun di Tol: dari Masalah Jarak Hingga Lampu Rem

Auto2000 menyebut tujuh pemicu tabrakan beruntun di tol yang mesti Mobilovers perhatikan dan hindari. Mari kita simak satu per satu.

Penyebab pertama ialah kelalaian untuk menjaga jarak mobil kita dengan mobil di depan. Alhasil, pengemudi lebih kesulitan merespons dan melakukan pengereman dalam situasi darurat, meski kendaraannya ‘dipersenjatai’ fitur-fitur canggih sekalipun.

Pindah jalur tol perlu kehatian-hatian dan kewaspadaan, apalagi kalau ingin berganti ke jalur cepat. Nyalakan lampu sein terlebih dulu dan pastikan jalur yang ingin dimasuki dalam kondisi aman. Pastikan pula tidak ada mobil yang melaju cepat dari belakang.

  • Mengabaikan Aturan Batas Kecepatan

Tabrakan beruntun juga bisa terjadi karena pengemudi mengabaikan aturan batas kecepatan minimal serta maksimal di tol. Jangan terlalu cepat di jalur lambat, begitu pula sebaliknya. Gunakan jalur di tol sesuai peruntukan maupun kecepatan.

Bahu tol merupakan jalur untuk kendaraan yang mesti berhenti karena kondisi darurat. Tapi, kendaraan yang melintas di jalur ini masih kerap terlihat.

Dalam beberapa kasus, tabrakan beruntun di tol terjadi ketika mobil yang berhenti di bahu jalan disundul oleh kendaraan yang melaju di jalur itu.

Gawai pintar alias smartphone kini makin sering melekat di tangan. Bahkan terkadang ketika menyetir.

Padahal, ini akan mengganggu konsentrasi. Ketika menyetir, lupakan dulu media sosial dan fokuslah mengemudi.

Microsleep atau tertidur tanpa sadar ketika mengemudi amat berbahaya. Walau cuma sepersekian detik, tabrakan beruntun di tol bisa terjadi.

Microsleep bisa terjadi karena kelelahan. Oleh karena itu, saat sudah mengantuk, segera cari rest area atau bergantian menyetir untuk tidur meski hanya 15 menit.

  • Lampu Rem dan Lampu Sein Mobil Tak Menyala

Lampu rem merupakan komponen yang amat penting karena memberikan tanda kendaraan ingin melakukan perlambatan atau bahkan berhenti. Begitu pula dengan lampu sein mobil yang berguna untuk memberitahukan kendaraan lain bahwa mobil kita ingin berpindah jalur.

Oleh karena itu, pastikan kedua komponen tersebut selalu dalam kondisi baik.

“Pelajari pemicu tabrakan beruntun dan pastikan AutoFamily tahu cara mencegahnya. Termasuk melakukan servis berkala di bengkel Auto2000 untuk menjaga performa mobil seperti rem, mesin bahkan kondisi lampu supaya dapat bekerja dengan baik dalam kondisi darurat,” tutup Aftersales Business Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara.

Recommended Posts