Cover mobil berguna untuk melindungi mobil dari debu ataupun kotoran, agar tidak terkena langsung ke bodi. Di pasaran sendiri sudah banyak jenis dan bahan cover mobil, namun jangan asal beli, begini cara memilihnya.

Pertama ialah sesuaikan dengantempat kita memarkirkan mobil. Jika di dalam garasi atau tertutup, gunakan bahan biasa atau plastik. Keduanya masih aman untuk harian.

Dok : Wuling.

“Kalau kita memarkirkan mobil di tempat tertutup, misalnya garasi, atau basement, itu pakai model seperti plastik masih aman saja kok,” jelas Andri selaku Owner PDV Detailing.

Baca Juga : Ganti Kaca Film Mobil? Jangan Sampai Bagian Ini Terlepas

Namun, jika memarkirkan di outdoor yang terkena panas matahari dan hujan, sebisa mungkin pilih yang memang khusus outdoor. “Cover untuk outdoor biasanya ada beberapa lapisan, di luarnya anti air tapi dalamnya itu halus, sehingga ada pori-pori mencegah lembab,” jelas pria ramah itu.

Contoh cover mobil berbahan plastik untuk di garasi.

Tidak direkomendasikan untuk menggunakan bahan plastik, atau cover biasa di outdoor. Sebab jika terkena hujan, lalu rembes ke bodi dan dibiarkan lembab, maka akan merusak cat.

“Saya pernah dapat kasus, mobilnya gunakan cover biasa, kondisinya cover dan bodi mobil lembab. Nah itu nanti lama-lama membekas seperti bercak. Kalau sudah begitu tidak bisa dipoles lagi, harus cat ulang jadinya,” paparnya.

Soal harga, beragam, dii marketplace cover mobil indoor dibanderol sekitar Rp 100-300 ribuan. Sementara cover outdoor Rp 600 ribuan – Rp 1,6 jutaan.

Recommended Posts