Rumus standar deviasi Excel digunakan untuk mengetahui berapa besar standar deviasi yang dimiliki data. Karena hanya ada kumpulan data yang berbeda, standar deviasi dapat ditemukan dengan mudah dan tidak perlu menggunakan rumus yang terlalu rumit.

Selama ini standar deviasi digunakan sebagai standar untuk menentukan apakah data berkualitas baik atau tidak. Standar deviasi juga bisa digunakan dalam dunia saham atau ekonomi untuk mengetahui apakah ada peluang besar atau kecil.

Rumus yang digunakan untuk standar deviasi cukup rumit untuk digunakan. Karena itu, beberapa orang sering kesulitan menghitung standar deviasi dengan benar. Selain itu, ini mencakup beberapa fungsi seperti akar dan eksponen.

Apa itu standar deviasi dan rumusnya?

Apa itu standar deviasi dan rumusnya?

Dalam dunia statistika, variance sering digunakan sebagai indikator dalam menganalisis data. Standar deviasi ini digunakan untuk mengetahui seberapa dekat atau keterkaitan nilai dengan sampel yang diambil sebelumnya.

Dengan mengetahui standar deviasi maka dapat ditentukan apakah data tersebut benar-benar baik atau tidak. Selain itu standar deviasi ini juga dapat digunakan untuk melakukan proses perhitungan atau pengambilan keputusan.

Oleh karena itu, perhitungan standar deviasi biasanya memiliki beberapa jenis. Dalam dunia statistik dan juga dalam dunia perbankan, sering digunakan untuk mengetahui apakah suatu produk atau investasi dapat diandalkan atau berbahaya.

Rumus Excel untuk standar deviasi

Rumus Excel untuk standar deviasi

Jika Anda ingin menghitung standar deviasi di Microsoft Excel, Anda perlu mengetahui rumus standar deviasi di Excel terlebih dahulu. Rumus atau formula yang biasa digunakan adalah :

=STDEV.S(area data)

Artinya untuk melakukan perhitungan data, Anda hanya perlu menggunakan rentang data dari awal hingga akhir. Berapa pun data yang digunakan, proses perhitungannya juga akan mudah.

Misalkan ada 100 tanggal dari sel A1 ke sel A100. Data ini bervariasi dengan nilai yang berbeda. Untuk menghitung standar deviasi, seseorang hanya perlu menggunakan rumus berikut.

=STAFF.S(A1:A100)

Dengan menggunakan rumus di atas, standar deviasi dapat diperoleh secara langsung dan hasilnya akurat. Bahkan hingga desimal yang cukup panjang ditampilkan.

Jika Anda ingin mengetahui hasil yang lebih akurat, Anda dapat melakukan proses penjumlahan desimal. Dengan cara ini hasilnya bisa lebih ringkas dan hasilnya tetap akurat.

fungsi standar deviasi

fungsi standar deviasi

Standar deviasi memiliki beberapa fungsi yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Berikut adalah beberapa fungsi standar deviasi yang umum digunakan oleh masyarakat.

1. Pengambilan data statistik

Fungsi standar deviasi yang pertama adalah untuk mengetahui seberapa besar kesalahan yang terkandung dalam sampel data. Pengambilan sampel data, apalagi dengan jumlah orang yang banyak, tidak bisa sembarangan karena harus representatif.

Karena Anda harus mengambil sampel yang representatif, probabilitas kesalahan, atau rasio varians, tinggi. Misalnya, jika ada data yang lebih besar atau lebih kecil, standar deviasi ini harus ditemukan terlebih dahulu.

Jika Anda bisa mendapatkan standar deviasi dengan benar, Anda akan mengetahui secara kasar berapa banyak rasio deviasi yang dimiliki data. Jadi dengan membaca data tersebut, Anda bisa mendapatkan gambaran seberapa kuat rata-rata tersebut merepresentasikan sebuah kelompok atau komunitas.

2. Alat investasi

Berinvestasi adalah seseorang merujuk pada sejumlah besar dana dalam suatu perusahaan dan juga saham. Juga, akan ada sesuatu yang disebut volatilitas perusahaan untuk menentukan apakah menguntungkan atau tidak sama sekali.

Inilah mengapa volatilitas ini sangat penting dalam perdagangan karena menemukannya membutuhkan standar deviasi. Anda perlu mengetahui kira-kira seberapa tinggi standar deviasi objek bisnis agar dapat melakukan analisis apakah bisnis tersebut potensial atau tidak.

Jika bisnis tersebut memiliki potensi yang sangat tinggi. Kemudian mereka dapat langsung menggunakannya untuk memberikan modal yang signifikan. Atau jika ada kemungkinan usaha tersebut tidak menguntungkan maka dapat ditarik kembali.

3. Analisis Stok

Standar deviasi yang dihitung dengan Microsoft atau secara manual juga dapat digunakan untuk melakukan analisis stok. Melalui analisis ini, seseorang dapat dengan mudah melakukan proses jual beli saham tersebut.

Jika mereka memutuskan untuk menjual, keuntungannya akan besar. Jika mereka memutuskan untuk membeli, ada kemungkinan besar saham tersebut akan naik di masa depan juga. Oleh karena itu, analisis deviasi ini harus dilakukan dengan sangat baik.

Membeli saham tidak bisa dilakukan sembarangan, karena perlu adanya analisis, terutama dalam analisis fundamental. Biasanya bagian ini digunakan untuk mencari standar deviasi.

4. Pengetahuan tentang kinerja reksa dana

Selanjutnya, Anda perlu mengetahui kinerja reksa dana. Mengetahui kinerja reksa dana memudahkan seseorang untuk melakukan berbagai jenis analisis. Sehingga mereka dapat memutuskan apakah akan membeli reksa dana atau tidak.

Apalagi sekarang reksa dana memiliki keunggulan yang lebih besar. Keuntungan yang didapat adalah kemungkinan terjadinya kerugian sangat kecil, sehingga seseorang bisa lebih aman dalam berinvestasi.

Jenis standar deviasi di Excel

Jenis standar deviasi di Excel

Di Microsoft Excel, ternyata tidak hanya ada satu jenis standar deviasi atau deviasi untuk dilihat nanti. Berikut adalah berbagai jenis rumus standar deviasi Excel yang dapat digunakan.

  • STDEV adalah rumus dasar yang digunakan untuk menghitung standar deviasi dengan mengabaikan fungsi logika dan juga teks dalam sel.
  • STDEVP biasanya digunakan untuk menghitung standar deviasi data dalam populasi dengan lebih mudah dan akurat.
  • STDEVA digunakan untuk menghitung standar deviasi, yang juga mencakup nilai logika dan juga teks yang dikandungnya.

Dengan menggunakan beberapa rumus di atas, Anda bisa langsung menghitung standar deviasi yang lebih akurat sesuai dengan kebutuhan Anda. Artinya akan ada alternatif untuk melakukan proses perhitungan data karena datanya juga akan bervariasi.

Hal terpenting saat mengirim data adalah memperhatikan jenis data yang Anda masukkan. Jika jumlah data yang dimasukkan tidak terlalu besar, maka kemungkinan terjadinya kesalahan kecil. Kalau tidak, peluangnya bagus.

Lakukan perhitungan standar deviasi secara otomatis. Selain itu untuk mengetahui benar atau tidaknya bisa menggunakan cara manual untuk melakukan proses perbandingan.

Rumus deviasi standar di Excel sangat sederhana karena Anda tidak perlu memasukkan beberapa data secara manual, seperti B. Menghitung mean untuk memproses akar kuadrat. Cukup dengan memberikan data dan menggunakan rumus yang sudah memungkinkan untuk mendapatkan nilai standar deviasi.

Namun, standar deviasi dapat diperoleh dengan lebih mudah menggunakan rumus yang dibahas di atas. Itu selalu merupakan ide yang baik untuk memperhatikan data yang dimasukkan dan penulisan rumusnya. Cara Anda memperhatikan, peluang melakukan kesalahan sangat kecil.

Recommended Posts