Mobil bertransmisi manual masih sering digunakan oleh banyak masyarakat karena beberapa kendaraan mungkin tidak punya transmisi otomatis seperti mobil niaga. Lalu, durabilitas dan performa mobil manual dinilai lebih baik ketimbang transmisi otomatis bagi sebagian orang.

Meskipun demikian, mobil bertransmisi manual juga tetap butuh perlakuan khusus agar awet dan dapat digunakan dalam jangka waktu panjang.

Oleh karena itu, Hariadi, Asst. to Service Dept. Head PT SIS memberikan beberapa tips agar transmisi manual di mobil kalian bisa lebih awet.

Injak Pedal Akselerator Secara Perlahan Ketika Putaran Mesin Rendah

Saat melaju dengan kecepatan rendah pada gigi percepatan yang lebih tinggi, hindari perilaku menginjak pedal akselerator secara dalam dan mendadak, karena hal ini seperti memaksa mesin bekerja sangat keras.

Jika kebiasaan tersebut dilakukan dalam jangka panjang bisa menyebabkan tekanan dan beban pada mesin, yang akhirnya berdampak ke performa dan keawetan mesin. Jika pengendara memerlukan penambahan kecepatan, lebih baik pengendara menginjak pedal akselerator perlahan atau dengan menurunkan gigi percepatan transmisi terlebih dahulu sebelum berakselerasi.

Gunakan Engine Brake Saat Deselerasi

Pada kondisi tertentu, menurunkan kecepatan atau deselerasi dapat dilakukan tanpa banyak menginjak pedal rem secara dalam, asalkan urutannya benar. Sobat – bisa berpindah gigi dari gigi percepatan tinggi ke gigi percepatan lebih rendah secara bertahap.

Misalnya saja sedang berkendara pada gigi 4 maka tidak boleh langsung pindah ke gigi 2 apalagi gigi 1. Perpindahan harus melalui gigi 3 terlebih dahulu sehingga perpindahan lebih halus.

Kebiasaan engine brake akan membuat konsumsi bahan bakar lebih irit, dan penggunaan rem juga dapat diminimalisir sehingga kampas rem lebih awet. Putaran yang terjadi pada mesin akan menahan kecepatan mobil dan jika sudah diperlukan pengendara bisa kembali menginjak pedal akselerator. Teknik ini digunakan agar mobil lebih mudah dikendalikan, baik pada kondisi jalanan menurun, serta saat hujan.

Lepas Pedal Kopling Secara Perlahan

Melepas pedal kopling secara cepat akan membuat kendaraan tersentak sekaligus memberikan tekanan lebih pada mesin dan transmisi. Hal ini akan menyebabkan kopling menjadi panas, dan jika jadi kebiasaan akan menyebabkan umur komponen kopling lebih cepat. Oleh karenanya pengendara harus melepaskan kopling secara perlahan agar mobil tidak menyentak.

“Kebiasaan tersebut sebisa mungkin diterapkan maupun dihindari untuk yang negatifnya, agar perjalanan tetap terasa aman dan nyaman saat jarak dekat maupun jauh. Pengendara pun harus memastikan selalu melakukan perawatan rutin untuk hindari adanya kerusakan, demi menghindari tingginya biaya perawatan kendaraan,” tutup Hariadi.

Recommended Posts

Kredit Mobil Murah, Ini Syarat dan Simulasi

Avatar
camvintat
 

JAKARTA – Membeli mobil murah atau lebih dikenal dengan istilah mobil LCGC (Low Cost & Green Car) bisa dilakukan secara kredit. Ada banyak perusahaan pembiayaan (leasing) yang memberikan beragam kemudahan untuk para pelanggan agar bisa mendapatkan kredit mobil murah.  Ada beragan paket yang tersedia dan bisa disesuaikan […]