Penyakit Honda Beat – Honda Beat selama ini dikenal sebagai motor jenis skutik entry-level yang paling laris di Indonesia. Kuda besi yang dirancang dan dikembangkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) ini memiliki keunggulan yakni irit dan lincah.

Berkat keunggulannya tersebut, motor ini populasinya sangat membludak di jalanan. Beat banyak digunakan berbagai kalangan pengguna sepeda motor karena penggunaannya yang lebih mudah.

Sebagai sebagai produk motor yang paling laris di pasaran Tanah Air, Honda Beat sebenarnya perawatannya cukup murah. Suku cadangnya sangat mudah ditemukan sehingga seharusnya performa motor lebih mudah untuk tetap optimal.

Namun kenyataannya cukup banyak pemilik Honda Beat yang kerap melewatkan proses perawatan kendaraan secara rutin. Sehingga kondisi motor tidak prima bahkan menyulitkan para pemiliknya sendiri.

Selain pengguna yang abai melakukan perawatan rutin, motor ini juga memiliki kelemahan baik dari sektor mesin, kelistrikan hingga struktur bodinya. Masalah-masalah ini kerap dialami oleh para penggunanya di Indonesia.

Harga Honda Beat

Honda Beat meskipun merupakan produk entry-level namun dipasarkan dengan harga yang terbilang tinggi, setidaknya dibandingkan kompetitornya seperti Yamaha Mio maupun Suzuki Nex II. Harga Honda Beat 2021 mulai dari Rp 16.665 juta hingga Rp 17.465 juta.

Harga Yamaha Mio 2021 mulai dari Rp 15.800 juta hingga Rp 17.270 juta. Lalu Suzuki Nex II 2021 sendiri ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 16.500 juta hingga varian termahalnya Rp 18.290 juta.
Penyakit Honda Beat

Mesin

Masalah-masalah yang kerap ditemui pada Honda Beat salah satunya pada sektor mesin. Motor ini telah menggunakan sistem pembakaran model injeksi, sehingga menjadi lebih efisien dan praktis.

Sistem injeksi bukan berarti tanpa masalah, karena ada saja masalah yang kerap ditemukan oleh para penggunanya. Problem yang biasanya terjadi adalah brebet saat pertama kali mesin dihidupkan.

Motor injeksi dirancang oleh pabrikan untuk melakukan proses meninggikan langsam atau biasa dikenal idle. Proses ini dilakukan agar mesin mendapatkan pelumasan dan suhu ideal sebelum melakukan perjalanan.

Proses idle up yang pada motor tipe karburator disebut choke tidak berlangsung lama. Setidaknya hanya hitungan detik idle mesin sudah berangsur normal.

Pada beberapa kasus, saat idle sudah normal motor akan menimbulkan gejala brebet saat hendak dijalankan. Artinya saat grip gas dipelintir, motor tidak bisa langsung berjalan sesuai kemauan dan disinilah terdapat masalah.

Untuk kasus ini, lampu Malfunction Indicator Lamp (MIL) pada panel meter tidak menyala dan menunjukkan adanya masalah. Namun Anda tidak perlu khawatir karena masalah ini bisa diselesaikan dengan mudah.

Pada umumnya gejala brebet di awal buka gas disebabkan oleh beberapa komponen yang mulai aus dan kotor. Langkah awalnya bisa dilakukan dengan membuka dan melihat kondisi busi maupun filter udara.

Jika kedua komponen tersebut kotor atau mulai aus, bisa langsung diganti juga dibersihkan. Jenis perlakukan berbeda-beda antara dua komponen tersebut di atas.

Pada busi misalnya, jika tidak bisa memercikkan api yang optimal maka dipastikan proses pembakaran akan menjadi tidak sempurna. Motor akan terasa berat saat berakselerasi selain gejala brebet tersebut.

Apabila didiamkan dalam waktu lama, busi bisa berhenti bekerja karena terlalu banyak tumpukkan karbon. Jika tumpukkan karbon yang melekat tidak terlalu parah, maka masih bisa dibersihkan dengan menggunakan kain lap atau semprotan pembersih kampas rem berbahan dasar air (water base).

Jangan pernah membersihkan busi menggunakan sikat kawat atau ampelas karena bisa merusak pertikel busi. Maka pakai busi sendiri jika menurut pabrikan motor mencapai 6.000 kilometer.

Namun pabrikan busi sendiri menetapkan hingga jarak 10.000 kilometer. Honda Beat menggunakan busi tipe MR9C9N untuk buatan 2015 hingga saat ini. Lalu busi Beat lansiran 2015 ke bawah menggunakan busi CPR8EA-9.

Selain busi, Anda juga bisa mencari biang masalah brebet dari filter udara. Mengacu pada buku panduan, komponen satu ini memiliki masa pakai hingga 16 ribu kilometer.

Namun Anda tidak bisa mengacu pada hal tersebut di atas. Semua bisa tergantung dengan kondisi medan jalan yang kerap dilalui.

Jika kondisi filter kotor masih bisa dibersihkan dengan menggunakan kompressor angin. Namun jika sudah terlalu parah, maka tidak ada salahnya untuk melakukan penggantian komponen.

Lampu depan

Honda Beat kerap mendapat keluhan dari sektor lampu depan yang bermasalah. Namun hal ini tidak bisa disebut sebagai penyakit bawaan karena tidak semua mengalami masalah yang sama.

Aturan yang mengharuskan setiap motor di Indonesia menggunakan automatic headlamp on (AHO), alias lampu harus menyala. Hal ini digadang-gadang sebagai penyebab lampu depan yang kerap mati karena putus.
Penyakit Honda Beat

Hal di atas tentunya merupakan analisa sederhana yang kurang bisa dipertanggungjawabkan. Sudah pasti setiap pabrikan telah memperhitungkan segala kemungkinan.

Lampu mati bisa juga disebabkan karena adanya kerusakan pada kiprok (rectifier regulator). Kiprok memiliki tugas sebagai pengubah arus kelistrikan dari AC (Alternating Current) menjadi (Direct Current).

Dengan begitu, arus yang dihasilkan ke berbagai komponen motor tetap stabil sesuai dengan kebutuhan. Kerusakan pada kiprok menjadi salah satu penyebab matinya lampu, oleh karena itu diperlukan adanya penggantian.

Di pasaran terdapat banyak pilihan kiprok mulai dari yang murah sampai original. Tentunya harga akan menentukan kualitas sebuah produk. Jika memilih yang murah, maka jangan heran apabila usia pakainya hanya sebentar.

Kinerja kiprok cukup sentral sebagai pengatur arus kelistrikan pada kendaraan. Maka dari itu jangan korbankan komponen motor yang berurusan dengan kelistrikan, hanya demi kiprok berharga murah.

Bodi mentok polisi tidur

Sebagai skutik entry level, Honda Beat dibekali bodi yang imut. Hal ini untuk bisa memberikan keleluasaan untuk melakukan manuver dan mempertontonkan kelincahan.

Namun lincah di jalan mulus bukan berarti bisa juga di semua medan. Bodi mungil Beat yang membuat semua orang bisa menggunakannya, menjadi rintangan saat melintasi polisi tidur.

Bodinya yang rendah membuat motor ini kerap beradu dengan polisi tidur atau rintangan lain. Terlebih jika bobot pengendara cukup besar atau berboncengan.

Walhasil bodi bagian bawah Honda Beat kerap lecet atau bahkan ada yang sampai rusak. Hal ini tentunya mengurangi kenyamanan berkendara bagi konsumen.

Guna mengatasinya, para pemilik Honda Beat bisa memanfaatkan subtitusi suspensi. Dengan menggunakan suspensi belakang milik Honda Vario 125, ketinggian bodi atau ground clearance akan meningkat maksimal 1 centimeter.
penyakit honda beat

Cara lain untuk mengatasi ketinggian bodi adalah dengan menggunakan peninggi suspensi. Namun cara ini tidak terlalu dianjurkan karena bisa menyebabkan bodi oleng dan susah dikendalikan.

Paling tidak respon kendaraan akan berbeda dengan saat menggunakan suspensi aslinya. Karena setiap pabrikan pastinya telah mengukur ketinggian suspensi sesuai bodi dan mesin motor.

Lalu bisa juga dengan mengganti ban standar dengan ukuran di atasnya. Dengan menggunakan profil lebih tinggi, maka ketinggian bodi akan bertambah sedikit. [Dew/Had]

Recommended Posts