Hujan saat ini mengguyur hampir seluruh wilayah di Indonesia. Salah satu yang mudah terkontaminasi pada mobil adalah cairan rem.

Bukan terkontaminasi kotoran, namun cairan rem punya kandungan polyglycol ether, sehingga sifatnya higroskopi atau menyerap air.

“Minyak rem memiliki sifat Higroskopi atau menyerap air, apalagi jika mobil sering terparkir di daerah lembab,” papar Suhendra Hanafiah selaku Operation Manager, PT. Sumber Berkat Anugrah.

Jika dalam kondisi normal saja minyak rem itu diprediksi setiap tahunnya, terkontaminasi air rata-rata 3%. Hitungan ini bisa lebih ketika kondisi jauh lebih lembab.

Bila sudah terkontaminasi, kemampuan titik didih cairan rem akan menurun. Lalu air membuat karat kaliper dan piston rem. Jika dibiarkan karat bisa membuat piston rem mengunci, hal itu sangat berbahaya.

Oleh karenanya, dianjurkan sekitar 20.000 km atau 1 tahun sekali, mana lebih dicapai dahulu untuk melakukan pengecekan minyak rem, atau lebih baik dikuras.

Recommended Posts