Kredit mobil syariah merupakan salah satu metode transaksi yang digunakan untuk membeli mobil baru atau bekas secara halal.

Layanan kredit ini menawarkan transaksi sesuai ajaran agama Islam. Dengan kata lain, metode transaksi kredit ini tanpa riba, sehingga menjadi lebih halal dan aman.

Selain tanpa riba, kredit mobil syariah juga memiliki berbagai keuntungan. Paling utama adalah bisa kredit mobil tanpa adanya uang muka atau down payment (DP). Selain itu, cicilan yang berlaku dalam kredit syariah juga tidak fluktuatif.

Dengan tidak adanya DP dan cicilan tetap, pelanggan bisa merencanakan pembiayaan kredit mobil menjadi lebih mudah.

Mungkin bagi orang yang belum pernah menggunakan sistem kredit syariah tidak paham apa saja yang ditawarkan dalam layanan ini.

Maka dari itu, kali ini Mobil123.com akan memberikan informasi seputar kredit mobil syariah. Di sini akan diulas mengenai pengertian, bedanya dengan kredit konvensional, persyaratan, cara pengajuan, serta lembaga penyedia jasa kredit tersebut di Indonesia.

Apa itu Kredit Mobil Syariah?

Kredit mobil syariah merupakan cara transaksi membeli mobil baru maupun bekas dengan non-tunai menggunakan cara halal sesuai syariat Islam.

Biasanya dalam kredit syariah tidak ada bunga setiap melakukan pembayaran cicilan. Pemberian bunga dalam sebuah transaksi merupakan tindakan riba, jadi tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Ada beberapa produk syariah yang tidak memerlukan DP. Cara kerja kredit mobil syariah tanpa DP ini adalah penyedia jasa membelikan mobilnya terlebih dahulu, kemudian menjualnya kembali kepada pelanggan sesuai angka keuntungan yang disepakati.

Dalam transaksi ini tidak diberlakukan sistem bunga, tapi ada margin keuntungan perusahaan yang bersifat konstan selama masa tenor. Transaksinya akan ditulis dalam akad jual beli supaya lebih transparan.

Beda Kredit Syariah dan Kredit Konvensional

Selain kredit syariah ada juga kredit biasa atau konvensional.

Kedua jenis kredit ini memiliki beberapa perbedaan. Berikut ini perjelasannya:

1. Sumber Dana

Perbedaan yang pertama ada pada sumber pendanaannya. Kredit mobil konvensional memiliki dana yang berasal dari bank atau lembaga keuangan konvensional.

Sementara itu, kredit mobil syariah menggunakan dana dari bank syariah.

2. Hubungan Penyedia Jasa Kredit Syariah dan Pelanggan

Dalam transaksi kredit konvensional, penyedia jasa dan pelanggan memiliki hubungan antara kreditur dan debutir. Maksudnya adalah penyedia jasa sebagai pemberi pinjaman, sedangkan pelanggaan sebagai penerima pinjaman tersebut.

Berbeda dengan itu, hubungan penyedia jasa dengan pelanggan dalam transaksi kredit mobil syariah lebih seperti penjual dan pembeli. Sebab, seperti yang dikatakan tadi, penyedia jasa akan membeli mobil yang diinginkan pelanggan, kemudian dijualkan kembali ke pelanggan.

3. Dasar Transaksi

Dasar transaksi dalam kredit mobil syariah tanpa riba adalah seperti transaksi jual beli barang. Keuntungan penyedia kredit ditentukan oleh kesepakatan dengan pembeli.

Dalam kredit mobil konvensional, transaksinya menggunakan konsep pinjam-meminjam uang, jadi pelanggan melunasi pinjamannya kepada penyedia jasa ditambah dengan bunga.

4. Keuntungan

Dari segi keuntungan dalam transaksi kredit mobil syariah sudah ditentukan terlebih dulu berdasarkan kesepakatan, lalu dimasukkan ke dalam harga jual. Sementara dalam kredit konvensional, keuntungannya didapat melalui bunga yang dibayarkan pelanggan.

5. Asuransi

Konsep asuransi yang diterapkan dalam kredit mobil syariah bersifat sharing risk atau tolong menolong, asuransi yang memiliki berbagai manfaat berbasis syariah. Pada kredit konvensional, asuransinya berkonsep transfer risk.

6. Jenis Usaha Pelanggan/Tujuan Penggunaan Mobil

Jenis usaha pelanggan atau tujuan penggunaan mobil yang dibeli menggunakan kredit syariah tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan undang-undang yang berlaku. Sementara pada kredit mobil konvensional, jenis usaha dan tujuan penggunaan mobilnya cukup mematuhi peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.

Keuntungan Kredit Syariah

Membeli mobil baru atau bekas menggunakan kredit syariah tentunya memiliki beberapa keuntungan yang bisa didapat pelanggan. Beberapa keuntungannya yang bisa dinikmati melaui kredit mobil syariah adalah sebagai berikut:

Cicilan Tetap

Keuntungan utama memakai kredit syariah untuk membeli mobil adalah angka cicilannya yang tidak berubah-ubah. Ini karena keuntungan perusahaan penyedia kredit sudah ditetapkan sebelumnya. Jadi pada saat suku bunga di bank konvensional meningkat, cicilan kredit syariah tidak akan terpengaruh.

Tidak Ada Bunga

Bunga dalam transaksi kredit merupakan riba yang tidak dianjurkan dalam syariat Islam. Sebagai gantinya, penyedia jasa mendapatkan keuntungan melalui selisih harga beli dan harga jual yang telah disepakati sebelumnya.

Tidak Ada Biaya Denda Terlambat Bayar

Dalam kredit mobil syariah tidak diberlakukan denda apabila pelanggan telat dalam membayar cicilan. Namun, bukan berarti pelanggan bisa bayar cicilan sesuka hati. Sebagai gantinya, pelanggan yang telat bayar diwajibkan untuk memberikan uang yang nanti akan disalurkan kepada lembaga sosial. Dengan kata lain, denda keterlambatan setidaknya bisa menjadi amal.

Sumbar Dana Halal

Dana yang dipakai penyedia jasa kredit syariah berasal dari sumber yang halal, sehingga bisa memberi ketenangan kepada pelanggan ketika membeli mobil secara kredit syariah.

Syarat Kredit Mobil Syariah

Agar pengajuan kredit mobil syariah disetujui, beberapa persyaratan harus dipenuhi terlebih dahulu. Syaratnya cukup mudah, yaitu hanya mempersiapkan beberapa dokumen berikut:

  • Fotokopi KTP
  • Slip gaji atau rekening koran untuk tiga bulan terakhir sebagai bukti penghasilan tetap
  • SIM A
  • Laporan keterangan usaha (jika memiliki usaha)

Keempat poin tersebut merupakan syarat utama yang umum diperlukan untuk mengajukan kredit mobil syariah. Namun perlu diingat, masing-masing lembaga keuangan, bank syariah, atau perusahaan penyedia layanan kredit syariah mungkin memiliki beberapa syarat tambahan. Contohnya batas umur, fotokopi surat nikah, bahkan surat keterangan dari tempat kerja jika dibutuhkan.

Prosedur Kredit Mobil Syariah

Tahapan dalam membeli mobil secara kredit syariah cukup sederhana. Pertama, pelanggan datang ke penyedia jasa kredit syariah, mau itu bank syariah atau lembaga keuangan lainnya, dengan membawa persyaratan untuk pengajuan kredit.

Kemudian, pelanggan melakukan perjanjian jual-beli mobil dengan penyedia jasa kredit menggunakan konsep akad murabahah.

Ketika perjanjian sudah disepakati, penyedia jasa membelikan mobil yang diinginkan pelanggan, lalu menjualnya kembali kepada pelanggan dengan harga yang sudah disepakati. Harga tersebut sudah termasuk keuntungan penyedia jasa.

Untuk melunasi mobil tersebut, pelanggan cukup membayar cicilan setiap bulannya sesuai tenor yang sudah ditentukan.

Lembaga Penyedia Jasa Kredit Syariah

Dibawah ini ada beberapa lembaga keuangan/pembiayaan yang menyediakan layanan kredit mobil syariah di Indonesia.

BSI OTO

BSI OTO merupakan layanan kredit mobil syariah yang sudah bekerjasama dengan lebih dari 13.000 diler.

Pembayaran cicilannya bisa dilakukan dengan tenor hingga 7 tahun.

KKB iB BCA Syariah

Satu layanan kredit syariah lainnya adalah KBB iB dari BCA Syariah. Layanan kredit ini bisa digunakan untuk pembelian mobil baru atau bekas.

Margin keuntungan yang ditawarkan dalam KBB iB BCA Syariah yaitu 3,55 persen untuk tenor 1 – 4 tahun, dan 4,55 persen untuk tenor 5 – 8 tahun.

BPRS Al Salaam

BPRS Al Salaam memberikan produk penyaluran dana untuk kepemilikan mobil, mau itu mobil baru atau bekas (usia mobil maksimal 10 tahun dari tahun pengajuan).

Pembayaran cicilan dilakukan dalam jangka waktu maksimal 60 bulan atau 5 tahun. Layanan kredit syariah ini hanya berlaku di Jabodetabek dan Bandung.

ACC Syariah

ACC Syariah menawarkan pembiayaan untuk mobil baru dan bekas dengan akad murabahah (perjanjian jual beli).

Pengajuan kredit mobil dengan ACC Syariah bisa dilakukan dengan mengisi formulir secara online lewat website resminya.

Recommended Posts