JAKARTA – Jika konsumsi bahan bakar minyak (BBM) kendaraan Anda tiba-tiba menjadi lebih boros padahal mesin dalam kondisi bagus atau malah baru diservis, bisa jadi pangkal masalahnya adalah ban. Soalnya, komponen satu ini berpengaruh 20 persen terhadap efisiensi BBM mobil atau motor.

Mochammad Fachrul Rozi, Customer Engineering Support Michelin Indonesia, mengatakan ban merupakan komponen terpenting pada kendaraan karena menjadi satu-satunya bagian yang menempel langsung pada permukaan jalan. Karena itu, ia meminta para pengguna mobil maupun motor memilih ban secermat memilih jodoh.

Urusan, lanjut dia, tak begitu saja selesai dengan membeli ban berkualitas bagus dengan jenis yang sesuai penggunaan. Selanjutnya, pengguna kendaraan mesti melakukan perawatan rutin. Sayang, umumnya hal ini cenderung disepelekan.

“Itu berpengaruh juga pada potensi terjadinya kecelakaan itu sendiri,” tandas dia dalam konferensi pers virtual Michelin Safe Mobility 2020 beberapa waktu lalu.


Perawatan paling mendasar dan mudah, lanjut Rozi, adalah mengecek tekanan pada ban secara berkala. Untuk urusan ini saja, kadang pengguna kendaraan lengah apalagi jika merasa lebih aman karena mengisinya dengan nitrogen.

“Tekanan ban akan berkurang, mau nitrogen atau udara biasa. Bisa jadi ini (tekanan berkurang) juga dari pelek atau dari pentilnya,” tukas dia.

Rozi menyarankan pengemudi mobil atau pengendara motor mengecek tekanan pada ban setiap dua pekan sekali. Semalas – malasnya, lakukan hal tersebut sebulan sekali.

“Dalam 2 minggu, ada kemungkinan kehilangan tekanan 1 Psi. 1 dari 30 Psi saja sudah berapa persen, itu. Jadikan pengecekan tekanan ban ‘acara’ rutin karena angin atau nitrogen tersebut lah yang mengangkut beban kendaraan. Bukan bannya,” pungkas dia.

Kehilangan tekanan ban beberapa Psi mungkin tak akan terlalu terasa di performa. Namun, konsumsi BBM sudah terdampak.

“Kalau ban kehilangan tekanan 2 – 3 Psi, secara performa (kendaraan) tak langsung merusak. Tapi, korbannya rolling resistance yang akan lebih berat saat melaju sehingga BBM akan lebih boros. Sebanyak 20 persen konsumsi BBM itu dimakan sama ban. Jadi, misalnya saja dari sini (Jakarta) ke Surabaya itu mengonsumsi 100 liter bensin, sebanyak 20 liternya dari ban,” papar Rozi. [Xan/Ari]

Recommended Posts