Sobat – ingin mengganti kaca film, hati-hati saat melakukannya. Terutama untuk bagian belakang yang dibekali defogger, jangan sampai terlepas.

Sebagai informasi, Defogger berfungsi sebagai penghilang embun ketika mobil melaju di bawah hujan. Ditandai garis-garis yang biasanya berwarna kecoklatan atau oranye, tepat berasa di jendela belakang.

Contoh gambaran defogger. Dok : Nissan.

Nah, biasanya ada risiko elemen dari defogger ini terlepas saat melakukan penggantian kaca film. “Di beberapa mobil, memang ada elemen defogger mudah lepas, namun ada juga yang kuat,” ujar salah satu penjual kaca film di kawasan MGK Kemayoran, yang tidak mau disebut namanya.

Selain itu beberapa faktor juga bisa jadi penyebab defogger ini terlepas. “Biasanya selain elemennya lemah, kaca filmnya sudah terlalu lama, jadi lemnya mengeras,” tambahnya. Lalu bisa juga saat pembersihan bekas lem kaca film lama itu, pakai obat jamur. “Itu sifatnya keras, sekali jadi elemennya terkiki, ” tambahnya.

Contoh elemen defogger yang sudah rusak.

Dijelaskan juga, pembersihan lem di kaca film lama itu tidak perlu obat jamur. Cukup menggunakan air sabun, dan pisau cutter, secara hati-hati. Apabila masih andalkan obat jamur kaca, itu harus benar-benar membersihkan bekas lem dan obat tadi. Kalau tidak, maka reaksinya bisa buat cacat seperti garis-garis baret.

Nah jika kaca sudah cacat, tidak bisa diperbaiki, jadi harus ganti kaca. Begitu juga untuk defogger, salah satu elemennya terputus, tidak bisa diperbaiki.

“Kalau sudah putus tidak bisa diperbaiki, harus ganti kaca., ” tambah dia lagi. Namun, fungsi defogger di Indonesia cukup jarang digunakan, jadi seharus tidak terlalu mengganggu mobilitas menggunakan mobil. “Kalaupun putus, itu tidak akan ganggu kelistrikan mobil,” jelasnya.

Recommended Posts