Fungsi Microsoft Excel sangat beragam. Salah satunya adalah fungsi logika yang memudahkan pengguna dalam mengolah data. Fungsi logika yang sering digunakan adalah fungsi IF atau disebut juga berkali-kali yang tidak sama dengan di Excel.

Fungsi ini digunakan untuk memeriksa data dalam beberapa sel atau kolom. Selanjutnya, beberapa fungsi logis disertakan, seperti B. Memberikan status benar atau salah. Sehingga jika data tersebut sesuai dengan kriteria maka akan diperoleh hasil tertentu.

Fungsi yang tidak sama dengan Excel sangat berguna untuk berbagai keperluan, terutama untuk melakukan penilaian. Jadi anda tidak perlu melakukan proses pengecekan secara manual karena anda bisa langsung melihat status berdasarkan data yang didapat.

Kelebihan fungsi tidak sama dengan di Excel

Kelebihan fungsi tidak sama dengan di Excel

Fungsi IF pada Microsoft Excel memiliki banyak kelebihan. Berikut adalah beberapa manfaat yang biasa digunakan oleh pengolah data atau pengguna biasa.

1. Ulasan data langsung

Salah satu fitur IF adalah melakukan proses validasi data secara langsung. Proses pemeriksaan data secara langsung dapat dilakukan dengan melakukan proses blok pada tabel atau kolom tertentu.

Karena proses verifikasi data dilakukan secara langsung, maka proses verifikasi manual tidak perlu dilakukan secara individual. Karena akan merepotkan jika melakukan proses verifikasi satu per satu, dan kemungkinan menemui error juga cukup tinggi.

2. Pelabelan

Selain itu, fungsi selain Excel dapat digunakan untuk menyediakan label. Misalnya pada nilai atau nilai tertentu. Jika tidak memenuhi kriteria, maka ditandai sebagai gagal. Sebaliknya, jika berada di atas kriteria maka dapat dinyatakan lulus.

Penandaan ini dapat dilakukan secara bersamaan untuk semua data yang ada. Ini dapat digunakan khususnya untuk siswa atau siswa untuk melakukan penilaian sertifikat. Dengan demikian, kinerja guru atau dosen bisa cepat habis.

3. Mempersingkat pekerjaan

Seperti yang telah dibahas di atas, salah satu manfaat dari fitur ini adalah kemampuan untuk memberikan label dan juga memeriksanya secara langsung. Dengan keterampilan ini kinerja guru dapat dipersingkat.

Yang terpenting mereka sudah memiliki formula dasarnya dan kemudian bisa langsung menerapkannya. Sehingga jika hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan akan terlihat dengan jelas tanpa melalui proses verifikasi satu persatu yang memakan waktu lama.

Logika fungsi IF dasar

Logika fungsi IF dasar

Logika dasar fungsi IF adalah operator yang banyak digunakan dalam matematika. Salah satunya sama dengan atau =. Selain itu, fungsi atau operator lain yang digunakan terdiri dari:

  • < Digunakan untuk menunjukkan tanggal tidak sama dengan atau kurang dari.
  • > Digunakan untuk menunjukkan data yang lebih besar atau lebih besar dari data yang menjadi dasarnya.
  • <= Jika datanya kurang dari atau sama dengan yang dibicarakan, Anda dapat menggunakan simbol ini.
  • The >= operator digunakan untuk menunjukkan tanggal lebih besar dari atau sama dengan.
  • = Fungsi dari operator ini adalah untuk menunjukkan apakah data sesuai dengan logika yang digunakan.
  • <> Jika data tidak cocok, Anda dapat menggunakan operator ini.

rumus fungsi IF

rumus fungsi IF

Rumus fungsi IF or not equal di Excel sebenarnya cukup sederhana. Hanya saja karena ada beberapa informasi yang perlu dirinci berapa banyak orang yang menganggapnya cukup mengganggu. Berikut ini adalah fungsi IF dasar yang lengkap.

Rumus: =IF(Logical_test; Value_If_true; value_If_False)

Informasi:

JIKA: adalah nama fungsi di Microsoft Excel. Dapat ditulis seluruhnya dalam huruf besar atau kecil.

Logical_test: Fungsi logika yang digunakan biasanya menggunakan operator lebih besar dari atau kurang dari atau sama dengan. Bisa juga menggunakan kombinasi operator ini.

Value_If_true: Nilai yang akan ditampilkan jika logika benar atau tepat. Biasanya menggunakan kata pass atau semacamnya.

value_If_False: Digunakan untuk menentukan nilai yang tidak mengikuti logika sehingga dapat diberi label yang berbeda, mis. B. Kesalahan.

Contoh: IF(B2<7; “Lulus”; “Gagal”)

Menggunakan fungsi IF pada data

Menggunakan fungsi IF pada data

Penggunaan fungsi ini pada data dapat dilakukan dengan membuat tabel terlebih dahulu. Kemudian Anda dapat menggunakan langkah-langkah berikut.

  • Siapkan tabel yang sudah secara logis berisi nilai-nilai yang akan diuji.
  • Siapkan kolom kosong pada halaman yang akan digunakan untuk memasukkan fungsi logika.
  • Selanjutnya masuk ke fungsi logika, ambil contoh IF(B2<7; “Pass”; “Failed”)
  • Masukkan kembali fungsi logika yang sama, hanya dengan mengubah bagian sel yang akan diuji. Misalnya, menjadi IF(B3<7; “Lulus”; “Gagal”)
  • Kemudian blok B2 dan B3, lalu tekan titik di samping, lalu tarik ke bawah.
  • Ini secara otomatis diterapkan ke semua data dalam tabel.

Fungsi lain di Microsoft Excel

Fungsi lain di Microsoft Excel

Selain fungsi IF, ternyata masih banyak fungsi lain yang tersedia di Microsoft Excel. Berikut beberapa yang sering digunakan oleh masyarakat.

1. Fungsi jumlah

Fungsi pertama yang paling sering digunakan pada Microsoft Excel adalah fungsi untuk melakukan proses penjumlahan. Fungsi ini dapat digunakan untuk menambahkan data dalam jumlah besar sekaligus saat masih dalam kolom atau baris.

Fungsi berikut sering digunakan untuk melakukan pemrosesan penjumlahan: SUM (Range Data).

Misalnya, melakukan operasi penjumlahan dari sel B3 ke sel B10. Rumus yang digunakan adalah SUM(B3:B10).

2. Perkalian

Selain itu, terdapat fungsi perkalian yang juga dapat digunakan untuk melakukan proses perhitungan baik secara manual maupun otomatis. Untuk melakukan proses perhitungan dengan cepat, Anda dapat menggunakan rumus: =cell*cell/constanta

Misalnya melakukan proses mengalikan data pada B3 dengan C3. Rumus yang dapat digunakan adalah: =B3*C3. Juga saat mengalikan dengan konstanta. Dapat menggunakan rumus berikut: =B3*5.

3. Distribusi

Berikutnya adalah fungsi pembagian, menggunakan rumus yang ada di Microsoft Excel. Rumus yang digunakan untuk rumus ini pada Microsoft Excel menggunakan operator /. Namun Anda tetap harus menggunakan simbol = di depan.

Contoh rumus yang dapat digunakan untuk melakukan proses pembagian pada Microsoft Excel adalah: =B3/5 atau Anda juga dapat membagi dengan berapa sel yang berbeda: =B3/C3.

4. Rata-rata

Jika Anda ingin mencari rumus rata-rata untuk digunakan di Microsoft Excel, caranya juga mudah. Untuk melakukan pencarian rata-rata sel B2 hingga B12, Anda dapat menggunakan rumus ini.

=RATA-RATA(B2:B12)

Fungsi yang tidak sama dengan di Excel ini merupakan salah satu fungsi IF yang paling banyak digunakan di masyarakat. Dengan menggunakan fitur ini, proses pengecekan dan pelabelan data dapat dilakukan secara otomatis dan juga cepat.

Sayangnya, tidak semua orang memahami cara ini, karena agak rumit dan membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi. Dengan mempelajari beberapa cara yang telah diuraikan di atas, Anda dapat dengan mudah menyelesaikan proses pengecekan data atau mengolah data dengan baik saat itu juga.

Recommended Posts