Dalam dunia transaksi jual beli, baik itu barang maupun jasa, struk sering digunakan sebagai salah satu bukti telah dilakukannya pembayaran. Selembar kertas ini sangat penting agar tidak melakukan penipuan karena tercatat dengan jelas.

Pada artikel kali ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai struk, dimulai dengan pengertiannya dan diakhiri dengan jenis-jenis penggunaannya. Kamu juga tahu beberapa hal yang harus diperhatikan agar dokumen tidak disalahgunakan sebagai alat untuk melakukan kejahatan.

Definisi penerimaan

Definisi penerimaan

Kwitansi adalah salah satu bukti pembayaran yang sah yang dikeluarkan oleh penerima uang. Biasanya tanda terima ini dibuat ketika seseorang menerima pembayaran setelah beberapa layanan atau pembelian. Kwitansi ini diperlukan agar tidak ada masalah di kemudian hari.

Dalam praktiknya, kuitansi memiliki kekuatan hukum yang cukup baik. Jika terjadi perselisihan pembayaran, kuitansi ini dapat menjadi bukti. Apalagi jika kuitansi itu dilengkapi dengan materai. Kekuatan hukum semakin berkembang.

Resi biasanya dikeluarkan oleh perorangan atau lembaga. Biasanya kwitansi ini berbentuk buku yang bisa diisi kemudian dirobek untuk diberikan kepada pemberi pinjaman. Selain itu, ada juga struk yang dicetak terlebih dahulu.

Yang terpenting pada kuitansi harus nama dan tanda tangan yang unik. Jika dua hari tersebut tidak ada, kemungkinan besar struk tidak dapat digunakan. Tanda terima juga tidak memiliki kekuatan hukum.

fungsi penerimaan

fungsi penerimaan

Ada beberapa karakteristik struk yang perlu diketahui pengguna. Berikut adalah beberapa karakteristik kuitansi yang perlu dipertimbangkan dengan cermat.

1. Terdiri dari dua bagian

Secara umum, kuitansi dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah dokumen itu sendiri dan yang kedua adalah sub-dokumennya. Biasanya bagian kuitansi ini ada di dalam dan tidak dibagikan kepada pemberi uang.

Selain dua bagian tersebut, terdapat kuitansi yang terbagi menjadi dua lembar. Kuitansi sebagian yang ditulis dengan bolpoin diberikan kepada pemberi pinjaman. Sedangkan salinannya bisa milik mereka yang punya uang atau yang mengeluarkan kuitansi.

2. Masukkan nama pemberi dana

Salah satu fitur yang tidak dapat dihapus dari tanda terima adalah mencantumkan nama pemberi dana. Saat Anda menerima pembayaran dari seseorang, namanya akan tertulis di sana, bukan nama Anda.

Nama harus ditulis dengan jelas dan tanpa singkatan. Nama ini harus sesuai dengan KTP Anda dan tidak boleh berupa nama panggilan. Jika namanya cocok, Anda dapat memberikan tanda terima kepada pemberi pinjaman.

3. Kolom Nominal dan Latin

Jumlah nominal uang yang diterima oleh pemegang resi ditulis dengan dua cara. Ditulis dengan angka terlebih dahulu. Misalnya, pembayaran yang dilakukan adalah satu juta lima ratus. Kemudian ditulis dengan angka Rp 1.500.000.

Selain itu, untuk lebih jelasnya, nominal yang bertahan juga ditulis dalam bahasa Latin. Nilai nominal yang disebutkan tadi dapat ditulis ulang menjadi satu juta lima ratus ribu rupiah. Dengan menulis dengan dua cara, kemungkinan salah tafsir rendah.

4. Tanggal Diterima

Selain itu, kuitansi tersebut juga memuat tanggal diterimanya uang seseorang. Nomor ini harus ditulis dengan jelas untuk memudahkan proses verifikasi transaksi massal.

Tanggal penerimaan ini juga memudahkan untuk memeriksa apakah audit sedang dilakukan. Jadi Anda dapat melihat dengan jelas berapa banyak uang yang diterima pada tanggal tertentu. Tanda terima dapat digunakan sebagai pemeriksaan silang dengan metode penangkapan lainnya.

5. Tanda tangan dan nama lengkap

Hal terakhir yang mencirikan tanda terima adalah adanya tanda tangan. Tanda tangan ini di bawah tanggal uang diterima. Selain tanda tangan, Anda juga bisa menuliskan nama penerima uang dengan cara yang terlihat jelas.

Tanda tangan dapat ditautkan langsung ke tanda terima. Jika Anda memerlukan bukti yang cukup kuat di mata hukum sebelum menandatangani, Anda dapat dihubungi dengan stempel. Ini memungkinkan Anda untuk dengan mudah menggunakan tanda terima sebagai bukti hukum.

jenis kuitansi

Berdasarkan penggunaannya, ada berbagai jenis struk yang biasa digunakan oleh perorangan atau badan usaha dan bisnis. Berikut beberapa jenis kuitansi lengkap.

1. Struk Transaksi Produk

tanda terima transaksi produk

Jenis struk yang pertama adalah struk yang diterbitkan setelah transaksi produk. Produk tersebut dapat berupa produk fisik maupun produk dan jasa digital. Seseorang yang telah menjual produk apa pun dapat mengeluarkan tanda terima.

Selain itu, mereka yang membeli produk dan menggunakan layanan menerima tanda terima. Dengan diterbitkannya kuitansi ini, berarti transaksi berjalan lancar. Di masa mendatang, tidak akan ada berbagai jenis perselisihan terkait pembayaran

2. Tanda terima untuk pengiriman uang

tanda terima transfer

Jenis dokumen yang kedua ini sering digunakan dalam dunia perbankan. Biasanya, saat melakukan transfer, kuitansi berisi nama penerima uang beserta nominal yang ditransfer.

Dokumen-dokumen ini biasanya kedaluwarsa secara otomatis. Semuanya sudah diatur oleh sistem, sehingga pengguna hanya perlu memasukkan nominal dan beberapa data yang diperlukan. Selain itu, struk dapat langsung dicetak.

3. Menyerahkan tanda terima uang

Tanda terima penyerahan uang

Berikutnya adalah tanda terima berupa serah terima uang. Struk ini bisa dikeluarkan oleh siapa saja, mulai dari perorangan hingga bisnis. Bila uang sudah diterima, kwitansi dapat diterbitkan sebagai salah satu bukti yang sah.

4. Bukti Pembayaran

menerima bukti pembayaran

Selain itu, kuitansi akan diterbitkan sebagai bukti pembayaran. Sebagai aturan, kuitansi ini sering dikeluarkan oleh pemilik perusahaan atau institusi. Misalnya dalam hal kredit dan cicilan.

5. Penghasilan Tunai

penerimaan kas

Berikutnya adalah kuitansi yang dikeluarkan oleh perusahaan atau lembaga tertentu. Biasanya, kuitansi ini digunakan untuk mencatat dana yang masuk dan keluar. Sehingga dapat memudahkan proses pencatatan dan juga pengecekan kedepannya.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan struk

Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan struk

Sebelum menggunakan struk, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan baik. Terdiri dari:

  • Jangan memberikan kuitansi kosong karena dapat digunakan untuk melakukan kejahatan. Sebaiknya kwitansi diisi dengan jelas, mulai dari nama penerbit hingga nilai nominal dan tanda tangan.
  • Selalu usahakan untuk menuliskan nama lengkap orang yang memberikan uang. Jika perlu, Anda dapat meminta seseorang untuk melampirkan fotokopi KTP Anda atau identitas lain yang mencantumkan nama lengkap Anda.
  • Selalu nyatakan jangka waktu pembayaran. Dengan menyebutkan tujuan penggunaan, maka fungsi dari struk menjadi jelas.
  • Isi semua data di dalamnya dengan lengkap. Adalah baik untuk menulis dengan hati-hati dan menghindari kesalahan.
  • Jika nilai transaksi cukup besar. Sangat disarankan untuk memasang stempel. Bea materai menyusul kemudian dengan tanda tangan yang jelas.

Setelah membaca ulasan di atas, Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang tanda terima. Misalnya dalam hal pengertian jenis-jenis yang biasa digunakan masyarakat dalam bertransaksi dalam bentuk apapun. Tanda terima juga harus diperiksa dengan hati-hati agar tidak digunakan untuk tujuan kriminal.

Karena jenisnya cukup banyak, kuitansi kemungkinan besar memiliki jenis yang berbeda. Namun, bukti pembayaran ini sedikit berbeda dengan nota atau invoice. Mereka umumnya digunakan untuk mencatat pembelian, tetapi fungsinya sedikit berbeda.

Recommended Posts