Apakah Anda pernah melihat alat ukur jangka sorong? Ataukah Anda sedang mencari contoh soal jangka sorong? Anda berada di tempat yang tepat, berikut ada beberapa hal yang harus diketahui mengenai fungsi, jenis dan contoh soal pertanyaan jangka sorong.

Seperti diketahui, ada banyak sekali jenis alat ukur yang bisa digunakan untuk mengukur panjang, diameter dalam atau diameter luar. Salah satu yang kerap digunakan adalah jangka sorong. Sebab, alat ukur ini bisa mengukur secara akurat dan presisi.

Namun tidak seperti alat ukur lain, jangka sorong lumayan sulit untuk digunakan. Oleh sebab itu, memerlukan latihan agar bisa mengukur secara tepat dan akurat. Salah satu latihannya dengan mengerjakan soal pengukuran dengan jangka sorong.

Sebelum membahas mengenai contoh soal pengukuran dengan jangka sorong, ada baiknya ketahui dahulu tentang pengertian, fungsi dan jenis alat ukur ini. Berikut penjelasannya.

Apa itu Jangka Sorong?

Apa itu Jangka Sorong

Jangka sorong adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur diameter dalam, diameter luar, dan mengukur panjang suatu objek dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Itulah sebabnya, alat kni sangat disukai oleh para insinyur atau engineer.

Contoh soal jangka sorong merupakan salah satu bentuk latihan untuk mendapatkan hasil yang akurat. Alat ini juga digunakan secara luas di berbagai bidang industri teknik, mulai dari perancangan, manufaktur, hingga dipakai untuk pengecekan akhir.

Dibandingkan penggaris, jangka sorong memiliki tingkat ketelitian yang lebih tinggi. Tingkat ketelitiannya adalah dalam nilai skala terkecil yang bisa diukur dengan alat ini, sehingga membuat jangka sorong memiliki nilai akurasi yang lebih detail atau akurat. 

Adapun skala terkecil jangka sorong yaitu 0,01 cm atau 0,1 mm, sementara penggaris skala terkecilnya 0,1 cm atau 1 mm. Skala Ukuran jangka sorong sangat detail bukan? Lantas, apa fungsi utama jangka sorong? Yuk, ketahui informasinya di bawah ini!

Fungsi Utama Jangka Sorong

Fungsi Utama Jangka Sorong

Pada umumnya, jangka sorong sering digunakan untuk membantu manusia mengukur suatu kedalaman dan diameter benda dengan akurasi yang tinggi. Namun, sebenarnya ada banyak fungsi jangka sorong yang bisa Anda ketahui melalui uraian berikut ini.

  1. Jangka sorong berfungsi untuk mengukur sebuah benda dari sisi luar dengan cara diapit untuk mengetahui ukurannya
  2. Jangka sorong bisa membantu mengukur kedalaman celah atau lubang benda. Cara penggunaannya menancapkan bagian alat ukur ke dalam benda yang akan diukur
  3. Mengukur ketebalan bentuk benda atau objek benda
  4. Mengukur diameter dalam bentuk benda menggunakan rahang tetap dan rahang geser bagian atas jangka sorong
  5. Mengukur kedalaman bentuk benda dengan tangkai ukur yang ada di bagian bawah. Contohnya mengukur kedalaman tabung, diameter lubang kecil, dan mengukur perbedaan tinggi dengan ukuran relatif kecil

Fungsi jangka sorong yang bisa menghasilkan skala ukuran dengan nilai akurasi tinggi, sehingga sangat membantu pekerjaan di bidang industri dan teknik. Adapun jenis-jenis jangka sorong yang biasa digunakan bisa Anda ketahui melalui uraian di bawah ini.

Jenis-Jenis Jangka Sorong

Jenis-Jenis Jangka Sorong

Dari berbagai fungsinya, Jangka sorong terdiri dari beberapa jenis yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dengan penggunaan jangka sorong yang tepat, bisa menghasilkan ukuran yang tepat pula. Apapun jenis jangka sorong sebagai berikut:

1. Jangka Sorong Analog

Jangka sorong jenis analog atau manual biasanya digunakan untuk alat praktikum di laboratorium. Hanya saja, cara menggunakannya lumayan sulit sehingga membutuhkan ketelitian yang tinggi. Perlu perhitungan yang tepat agar pengukuran akurat. 

2. Jangka Sorong Digital

Jangka sorong jenis digital terdapat layar untuk menampilkan hasil dari pengukuran sehingga memudahkan membaca hasil pengukuran tanpa perlu menghitungnya secara manual. Jangka sorong ini memudahkan untuk mengukur benda secara cepat.

3. Jangka Sorong Arloji

Jangka sorong arloji adalah jenis jangka sorong yang cara membacanya menggunakan jarum analog. Jangka sorong ini menggunakan jam ukur sebagai pengganti skala nonius ketika menginterpolasikan garis indeks terhadap skala batang ukur jangka sorong.

4. Jangka Sorong Ketinggian

Jangka sorong ketinggian merupakan jenis mistar ingsut yang berfungsi untuk mengukur ketinggian. Jangka sorong ini memiliki rahang ukur bergerak secara vertikal pada batang berskala tegak lurus dengan landasannya sehingga butuh permukaan yang rata.

Contoh Soal Jangka Sorong

Jika Anda sedang mencari contoh soal jangka sorong untuk dijadikan sebagai bahan latihan, berikut ini ada beberapa soal pertanyaan yang yang bisa menjadi referensi. Tanpa perlu berlama-lama, langsung saja sima penjelasan soalnya di bawah ini.

1. Contoh Soal 1

Berikut ini terdapat gambar dari hasil pengukuran pada sebuah benda. Berapa hasil pengukuran dari gambar di bawah dalam skala cm?

Contoh Soal 1
Contoh Soal 1

Pembahasan:

  • Pembacaan skala utama adalah 10 cm, dimana angka 10 diperoleh karena posisinya persis berseberangan dengan angka nol pada skala vernier di bagian kanannya
  • Pembacaan skala Vernier atau skala nonius adalah 0,02 cm, yang diperoleh dari garis kedua setelah nol pada skala vernier tepat lurus dengan garis di sebelah atasnya

Jadi, hasil pengukuran pada gambar adalah 10 cm + 0,02 cm = 10,02 cm

2. Contoh Soal 2

Berikut terdapat alat ukur yang digunakan untuk mengukur benda dengan hasil ditunjukan pada gambar. Berapa hasil perhitungan akhir dari pengukuran dalam satuan milimeter?

Contoh Soal 2

Pembahasan:

  • Pembacaan skala utama adalah 1,1 cm atau 11mm, dimana diperoleh dari satu garis setelah 1 pada skala utama yang persis berseberangan dengan nol pada skala vernier
  • Pembacaan skala Vernier atau skala nonius adalah 0,65 mm, dimana didapat dari garis skala vernier yang tepat lurus dengan garis di atasnya yaitu antara 6 dan 7

Jadi, hasil pengukuran pada gambar adalah 11 mm + 0,65 mm = 11,65 mm

3. Contoh Soal 3

Terdapat jangka sorong digunakan mengukur balok dengan ukuran tertera pada gambar dibawah. Berapakah panjang balok seperti yang tertera dari hasil pengirim gambar? 

Contoh Soal 3

Pembahasan:

  • Skala utama = 22 mm
  • Skala nonius = 0,3 mm

Jadi, hasil pengukuran pada gambar adalah 22 mm + 0,3 mm = 22,3 mm

Kelebihan Menggunakan Jangka Sorong

Kelebihan Menggunakan Jangka Sorong

Mengapa harus memakai alat jangka sorong untuk mengukur diameter atau kedalaman suatu benda? Hal ini tidak lepas dari kelebihan jangka sorong yang memiliki ketelitian yang tinggi. Adapun kelebihan lainnya dari alat ukur jangka sorong sebagai berikut:

  1. Kecermatan pembacaan berskiras 0,05 – 0,01 mm
  2. Mengukur diameter dalam dengan mudah dengan diulur
  3. Mengukur kedalaman suatu objek dengan akurat
  4. Mengukur panjang suatu benda dengan akurat dan teliti
  5. Harga murah dibandingkan dengan alat ukur lainnya.

Jadi, bagi Anda yang ingin mengukur benda ataupun objek yang tidak terjangkau oleh alat ukur lain. Anda bisa menggunakan jangka sorong yang cara penggunaanya pun cukup mudah. Selain itu, alat ukur inipun memiliki akurasi ketelitian tinggi.

Akhir Kata

Demikian pembahasan mengenai contoh soal jangka sorong yang bisa menjadi referensi bagi Anda yang sedang belajar mengukur benda dengan alat ukur ini. Alat ukur ini sangat bermanfaat terutama yang bekerja di bidang teknik dan industri.

Recommended Posts