Kode roda mobil umumnya tertulis di bagian roda tertentu. Kode ini berguna untuk mengetahui spesifikasi velg terutama ukurannya. Pasalnya, ada banyak ukuran velg mobil yang tersedia di pasaran, sesuai dengan kecocokan model mobil.

Perbedaan ukuran velg umumnya pada diameter, lebar dan PCD. Pemilik mobil harus mengetahui hal ini karena jika tidak, Anda bisa salah memilih. Salah memilih ukuran velg berarti velg tidak akan bisa digunakan. oleh karena itu mengerti Kode roda mobil itu cukup penting.

Kode roda mobil

Memahami kode velg mobil juga wajib diketahui bagi yang hobi modifikasi. Ada velg yang sengaja dibuat memiliki hitungan offset lebih lebar agar tampilan lebih menarik. Untuk lebih jelasnya berikut cara membaca kode velg mobil.

1. Diameter dan lebar roda mobil

Kode roda mobil

Kode velg mobil yang paling mudah diketahui adalah diameternya. Informasi mengenai ukuran velg biasanya akan disampaikan langsung oleh penjualnya. Namun selain diameter, ada juga lebar velg yang harus diperhatikan.

Misalnya velg mobil tertulis 9×20, berarti velg tersebut memiliki diameter 20 inchi. Untuk lebarnya adalah 9 inci. Informasi ini dapat menjadi tolok ukur bagi pemilik kendaraan ketika hendak membeli velg.

Jadi yang penting bukan hanya diameternya, tapi juga lebarnya. Menggunakan velg yang lebih lebar boleh saja, tetapi Anda juga harus memahami velg apa yang bisa digunakan oleh mobil tersebut. Velg yang terlalu lebar berpotensi tersangkut di spatbor saat berbelok.

2. PCD

Kode roda mobil
Kode roda mobil

Kode velg mobil yang sering ditanyakan orang adalah PCD. Ini berarti Pitch Circle Diameter yang mengacu pada jumlah baut dan jarak antar lubang. Seperti diketahui, ada beberapa PCD yang digunakan pabrikan mobil.

Ada mobil yang mengikat rodanya dengan empat baut, lima baut, dan enam baut. Itu juga masih dibedakan lagi dengan jarak antar lubang baut.

Sebagai ilustrasi, jika ada Kode roda mobil yang bertuliskan 4×100 artinya velg ini menggunakan empat buah sekrup dengan jarak antar lubang baut 100 mm. Ada juga yang menggunakan PCD ukuran 5×112 dan lainnya.

Jangan salah paham dengan informasi PCD pada mobil, karena velg tidak bisa digunakan jika tidak cocok. Namun untuk velg aftermarket biasanya memiliki double PCD yang artinya velg ini mendukung penggunaan dua PCD yang berbeda.

3. Offset

Kode roda mobil
Kode roda mobil

Kode velg mobi yang satu ini biasanya banyak dicari oleh para penggila modifikasi. Selain itu, kode offset pada velg mobil umumnya terdapat pada velg aftermarket. Jadi kode offset ini menunjukkan posisi lubang baut yang masuk atau keluar.

Pada velg aftermarket, Anda sering menemukan velg yang memiliki desain bolong. Biasanya posisi lubang baut akan menjorok ke dalam. Artinya roda memiliki offset negatif. Sedangkan velg yang lubang bautnya cenderung menonjol memiliki offset positif.

Sebagai gambaran, jika pada velg terdapat keterangan ET+20, berarti velg tersebut memiliki offset positif sebesar 20 mm. Hal yang sama berlaku sebaliknya.

Sedangkan untuk offset 0 biasanya dimiliki oleh velg standar pabrik karena dudukan bautnya berada di tengah antara bibir luar dan dalam pelek.

Jadi, mengetahui Kode roda mobil diatas jangan pilih ya!

Baca juga artikel terkait otomotif atau tulisan menarik lainnya dari Yudhianto Thohirin.

Recommended Posts