Cara merotasi ban mobil biasa dan yang radial ternyata berbeda. Jika salah, kenyamanan penumpang bisa terganggu.

Merotasi keempat ban mobil merupakan salah satu bentuk perawatan kendaraan yang simpel, khususnya untuk komponen tersebut.

Dengan menukar-nukar posisinya, usia ban mobil juga bisa menjadi lebih awet karena tingkat keausannya bakal lebih merata.

“Rotasi ban mobil merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi ban supaya dapat bekerja dengan baik di jalan dengan menyamakan tingkat keausannya,” kata Aftersales Business Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara melalui keterangan resmi awal pekan ini.

Rotasi ban dapat dilakukan setiap enam bulan. Melakukannya seorang diri bukannya mustahil, tapi memang agak sulit sehingga pemilik kendaraan perlu meminta bantuan bengkel.

Auto2000, melalui service advisor, akan menawarkan jasa rotasi ban setiap servis berkala setengah tahun sekali secara gratis.

“Agar mudah segera lakukan servis berkala di bengkel Auto2000, sekaligus dapatkan layanan gratis untuk rotasi ban. Lakukan booking servis berkala via Auto2000 Digiroom dan dapatkan kepastian waktu servisnya,” pesan Tara.

Tips Merotasi Ban Mobil

Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan ketika merotasi ban mobil. Di antaranya adalah jenis ban.

Soalnya, cara merotasi ban mobil berjenis biasa dengan yang radial berbeda.

Sekadar informasi, ban biasa dengan radial memiliki beberapa perbedaan.

Salah satunya, menurut penelusuran dari berbagai sumber, adalah telapak ban radial yang relatif lebih tipis sehingga memiliki cengkeraman lebih bagus ke permukaan jalan.

Ban radial juga memiliki lapisan dari serat baja. Ini berbeda dengan lapisan ban biasa yang terbuat dari serat nilon. Lalu, pola bannya pun searah atau directional, sedangkan pola ban biasa tidak.

Beragam diferensiasi tersebut berimpak kepada cara merotasinya. Pada ban biasa, menurut Auto2000, cukup melakukannya dengan cara crossing atau menyilang.

Artinya, ban depan sebelah kanan ditukar dengan ban belakang sebelah kiri. Demikian pula dengan ban depan sebelah kiri yang ditukar dengan ban belakang sebelah kanan.

Sementara itu, ketika merotasi ban radial, kita mesti mengikuti arah putaran ban. Tukar ban depan kiri dengan ban belakang kiri, juga ban depan kanan dengan ban belakang kanan.

Jika menyilang seperti ban biasa, efeknya adalah membuat ban menjadi berisik gara-gara alur telapak ban yang terbalik.

Di samping itu, pola telapak ban radial yang terbalik bakal menurunkan pula cengkeraman alias traksi ke permukaan jalan. Ini tentunya menimbulkan risiko ban selip atau tergelincir yang lebih besar saat melaju di atas aspal yang basah saat hujan, akibat performa ban yang kurang optimal ketika membuang genangan.

Recommended Posts