Ganti roda mobil dengan berbagai model dan ukuran yang sering dilakukan oleh para pecinta modifikasi mobil. Umumnya diameter pelek diganti dengan ukuran yang lebih besar. Misalnya jika sebelumnya menggunakan ring 16 diganti dengan ring rim 18.

Nah, mengganti pelek sudah pasti diikuti dengan mengganti ban dengan diameter yang lebih besar. Tapi ingat, demi kenyamanan, penggantian pelek dan ban juga ada syaratnya, tidak main-main. Ada rumus dan aturannya mengganti roda mobil bagus untuk diikuti.

Ganti roda mobil

Tanpa memperhatikan aturan yang benar, mengganti velg justru akan memunculkan masalah baru. Hal utama ada di sisi kenyamanan yang menurun. Sektor pengendalian atau handling juga akan terasa berbeda jika pemilihan velg kurang tepat.

Untuk mencegahnya, perhatikan tujuh aturan mengganti pelek pada mobil berikut ini;

1. Perhatikan diameter luar ban yang akan digunakan

Ganti roda mobil. (pixabay)

Yang terpenting adalah perhatikan diameter luar (od) atau diameter luar ban yang akan digunakan saat mengganti velg ke diameter yang lebih besar.

Sebisa mungkin diameter luar ban harus tetap sama meski ukuran pelek diubah menjadi lebih besar. Artinya saat mengganti velg Anda juga harus memperhatikan ukuran ban yang akan digunakan.

2. Perhatikan aspek rasio ban

Ganti roda mobil
Ganti roda mobil. (pixabay)

Perhatikan terutama rasio aspek ban, atau ketebalan ban. Rasio aspek dihitung dari persentase lebar bagian (ukuran antara sisi ban, diukur dari bagian dalam ban) dibandingkan dengan tinggi bagian (tinggi dari tapak ban ke bead ban atau dasar ban). ban yang menahan roda).

Misalnya pada ukuran berikut ini, 225/35R19. “225” adalah lebar bagian, sedangkan rasio aspeknya adalah “35”. Semakin kecil Aspect Ratio maka ban akan semakin tipis dan sebaliknya semakin tinggi angkanya maka ban akan semakin tebal.

Oleh karena itu pemilihan ban cukup penting. Apalagi saat mengganti velg mobil dengan diameter lebih besar.

3. Waspadai risiko mengubah ukuran pelek

Ganti roda mobil
Ganti roda mobil. (pixabay)

Jika Anda mengganti pelek dengan diameter yang terlalu besar, Anda akhirnya harus menggunakan ban dengan aspek rasio yang kecil. Tentunya hal ini berkaitan langsung dengan kenyamanan mobil nantinya.

Semakin tipis ban tentunya semakin kecil defleksinya, sehingga kemampuannya untuk membantu meredam getaran menjadi berkurang. Efeknya tak hanya mengurangi kenyamanan tapi juga bisa memperpendek umur kaki.

Diameter lebih besar, beban putar sistem kemudi otomatis lebih berat. Perangkat kemudi cepat aus. Bahkan tie-rod berakhir, bolasendi dan bantalan roda berumur pendek.

4. Idealnya, naikkan 2 inchi dari ukuran standar

Ganti roda mobil
Ganti roda mobil. (pixabay)

Karena itu, demi kenyamanan, idealnya pelek hanya naik 2 inci dari standar. Dengan mengganti pelek sesuai aturan tersebut, mengganti roda mobil masih bisa dipadukan menggunakan ban dengan aspek rasio yang memenuhi standar kenyamanan.

Selain itu, pemilik mobil juga tidak perlu repot mengkalibrasi ulang speedometer.

5. Perhatikan lebar pelek

Ganti roda mobil
Ganti roda mobil. (pixabay)

Penggantian roda memiliki sejumlah dampak pada mobil. Hal pertama yang harus diingat, semakin besar peleknya, semakin besar lebar peleknya. Misalnya, pelek 15 inci memiliki lebar antara 6-7 inci. Nah, pelek 17 inci bisa naik menjadi 7,5-8 inci.

Jika pelek semakin lebar, area cengkeraman ban juga semakin besar. Ini akan menyebabkan dorongan tubuh gulungan dan gejala understeer dari kendaraan.

Tubuh gulungan adalah gerak badan kendaraan ke arah luar tikungan. Sementara understeer merupakan gejala mobil cenderung jalan lurus meski setir sudah dibelokkan.

6. Perhatikan perubahan titik tumpu mobil

Ganti roda mobil
Ganti roda mobil. (pixabay)

Saat mobil menggunakan pelek yang lebih besar dan lebar, maka akan menyebabkan pusat gravitasi atau titik tumpu pada roda bergeser. Selain itu, perubahan tumpuan roda juga bisa dipengaruhi oleh penggunaan pelek dengan offset berbeda dari standar.

Offset pelek menunjukkan seberapa besar permukaan tengah pelek menonjol ke dalam atau ke luar. Semakin kecil angkanya, bagian tengah roda semakin cekung ke dalam dan bibir pelek lebar.

7. Perhatikan kemampuan EPS mobil

Ganti roda mobil
Ganti roda mobil. (pixabay)

Pelek besar dan tapak ban lebar juga bisa mempersingkat masa pakai Kemudi Daya Elektronik (EPS). Jadi, sesuaikan dengan kemampuan EPS. Apalagi jika model EPS-nya kecil. Cobalah untuk tidak kelebihan beban.

Selain itu, maksimal menaikkan dua inci -seperti yang dijelaskan di atas, Anda juga bisa menggunakan strategi plus satu atau plus dua, yaitu menambah ukuran satu langkah atau dua langkah lebih besar dari standar pabrikan.

Misalnya ukuran ban 185/60/15. 185 menunjukkan lebar ban, 60 tinggi ban, dan 15 diameter pelek. Jadi kalau naik satu tingkat bisa pakai ukuran 205/60/16. Sedangkan untuk yang dua step bisa menggunakan ukuran 205/60/17.

Jadi selamat mengganti roda mobilYa!

Baca juga artikel terkait otomotif atau artikel menarik lainnya di AutoMagz.

Recommended Posts

Kredit Mobil Murah, Ini Syarat dan Simulasi

Avatar
camvintat
 

JAKARTA – Membeli mobil murah atau lebih dikenal dengan istilah mobil LCGC (Low Cost & Green Car) bisa dilakukan secara kredit. Ada banyak perusahaan pembiayaan (leasing) yang memberikan beragam kemudahan untuk para pelanggan agar bisa mendapatkan kredit mobil murah.  Ada beragan paket yang tersedia dan bisa disesuaikan […]