Perawatan Mobil Matic – Memiliki mobil dengan transmisi matic atau otomatis memang menyenangkan. Kaki Anda tidak perlu menginjak dan melepas kopling setiap kali Anda mengganti gigi. Alhasil, berkendara terasa lebih santai.

Namun, memiliki mobil matic tidak boleh sembarangan. Anda perlu merawatnya, agar transmisi selalu dalam kondisi prima dan tidak mudah rusak.

Salah satu yang paling penting adalah merawat oli transmisi. Harus diganti secara berkala, jangan lengah. Karena oli ini sangat penting dalam melumasi komponen pada transmisi mobil. Bisa dibilang, perawatan mobil otomatis tidak bisa tepat waktu.

Perawatan mobil otomatis

Selain itu perawatan mobil matic juga harus dilihat dari segi cara berkendara. Jangan salah, karena memang ada perbedaan yang besar dibanding mobil manual. Nah, berikut cara mudah merawat mobil matic. Simak pembahasan lengkapnya;

1. Ganti Oli Hingga 50 Ribu Km

Perawatan mobil otomatis. (spesial)

Cara merawat mobil matic yang pertama adalah dengan mengganti oli transmisi. Ya, transmisinya juga ada oli dan ini sangat penting untuk fungsinya.

Tanpa oli, komponen transmisi tidak akan terlumasi dengan baik. Ada oli, tapi meski kualitasnya jelek, fungsi transmisinya mungkin tidak optimal. Pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan.

Agar hal tersebut tidak terjadi, perawatan mobil matic yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengganti oli transmisi secara berkala. Penggantian minimal dilakukan setiap 30 ribu Km, maksimal 50 ribu Km.

Penggantian oli transmisi ini juga perlu disesuaikan dengan kerja mobil. Jika mobil matic Anda digunakan sebagai taksi online, dan Anda selalu diajak menyetir setiap hari, maka semakin cepat Anda mengganti oli, semakin baik.

Maka ada baiknya juga menguras transmisi otomatis. Ini terutama bagi Anda yang baru saja membeli mobil bekas atau setelah 100 ribu km. Berbeda dengan penggantian oli transmisi biasa, pengurasan membuat komponen transmisi menjadi lebih bersih.

2. Gunakan Oli Khusus Transmisi Otomatis

Perawatan mobil otomatis
Perawatan mobil otomatis

Perawatan mobil matic selanjutnya yang perlu diperhatikan, saat mengganti oli pastikan menggunakan oli khusus. Ya, ada oli transmisi otomatis yang berbeda dengan manual. Jadi jangan salah.

Oli transmisi otomatis pun bervariasi. Antara matic konvensional dan CVT, gunakan oli yang berbeda. Oleh karena itu, sesuaikan oli transmisi otomatis dengan spesifikasinya.

3. Ketahui Cara Kerja Transmisi Otomatis

Perawatan mobil otomatis
Perawatan mobil otomatis. (shutterstock)

Perawatan mobil matic lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengetahui cara kerja transmisi ini dengan baik. Berbeda dengan transmisi manual, versi otomatis memiliki lebih banyak istilah.

Kalau P (parkir), N (netral), dan R (mundur) mungkin sudah pada tahu. Pada transmisi otomatis terdapat penambahan seperti D (drive), L (menanjak), + (plus), dan – (minus).

Jadi untuk berkendara dengan transmisi otomatis, setelah mesin aktif, Anda harus menginjak rem terlebih dahulu untuk mengganti gigi. Lalu masukkan tuas ke posisi D. Ini adalah posisi tuas yang bisa Anda gunakan dalam berbagai kondisi.

Jika menjumpai jalan menanjak yang sangat terjal, maka Anda dapat menggeser tuas transmisi ke posisi L. Sedangkan + dan minus biasanya terdapat pada mobil matic dengan shiftronic. Plus untuk mensimulasikan perpindahan gigi manual alias naik gigi. Sedangkan minus sebaliknya.

Anda juga perlu mengetahui trik pada transmisi otomatis. Misalnya saat parkir paralel, Anda harus menekan tombol shiftlock untuk bisa memposisikan tuas ke posisi netral atau N. Begitu juga saat mobil diderek.

Jadi jangan salah, ada anggapan bahwa mobil matic tidak bisa diderek dan didorong. Tentu saja itu hanya mitos!

4. Pindahkan Gigi dengan Benar

Perawatan mobil otomatis
Perawatan mobil otomatis

Berbeda dengan transmisi manual, mobil matic tidak perlu menginjak kopling. Hal ini memang membuat berkendara menjadi lebih santai, namun bukan berarti Anda bisa melakukan apapun yang Anda inginkan.

Misalnya saat mengganti gigi dengan arah berlawanan, dari maju ke mundur. Jangan pindah gigi, sebelum mobil benar-benar berhenti. Dan sebaliknya.

Kemudian jangan tiba-tiba menurunkan gigi transmisi dengan kecepatan tinggi. Misalnya dari D langsung ke L, dengan kecepatan 40 km/jam. Ini benar-benar dapat merusak transmisi.

5. Aktifkan Mesin Secara Berkala

Perawatan mobil otomatis
Perawatan mobil otomatis

Agar transmisi memiliki sirkulasi oli yang baik, mobil perlu diaktifkan secara berkala. Jangan biarkan mobil berlama-lama di tempat parkir.

Ada baiknya setiap hari mesin harus dihangatkan, minimal 5 menit. Meskipun, Anda tidak mengemudi dengan mobil. Lebih bagus lagi, jika mobil juga diajak mudik.

Itu tadi cara mudah merawat mobil matic yang bisa anda lakukan. Perlu diketahui, merawat transmisi itu penting jika ingin hidup lebih lama. Merawatnya juga bisa membuat transmisi tetap tampil maksimal, sehingga berkendara terasa menyenangkan.

Jika transmisi tidak terjaga, rasa berkendara menjadi tidak enak. Misalnya, Anda merasakan efek kehilangan tenaga alias gas sudah diinjak, tapi mobil berakselerasi pelan. Masalah lainnya, ada suara bising sehingga sentakan terasa kencang saat perpindahan gigi.

Gejala transmisi otomatis yang rusak inilah yang perlu diwaspadai. Semoga anda tidak mengalaminya, namun jika demikian segeralah datang ke bengkel transmisi matic terpercaya untuk melakukan pengecekan dan perbaikan.

Semoga tipsnya perawatan mobil otomatis ini berguna!

Baca juga artikel terkait otomotif atau artikel menarik lainnya dari AutoMagz.

Recommended Posts