Perawatan Mobil CVT – Memiliki mobil dengan transmisi CVT memang nyaman. Karena kelebihannya adalah perpindahan gigi tidak terasa. Alhasil, goncangan saat berkendara jadi minim.

Selain itu, CVT juga membuat mobil lebih irit bahan bakar. Oleh karena itu, banyak kendaraan perkotaan saat ini yang menggunakan transmisi ini.

Meski memiliki banyak kelebihan, CVT bukan tanpa kekurangan. Salah satunya jika sampai rusak, maka biaya perbaikannya mahal. Karena itu perawatan CVT harus diperhatikan oleh pemiliknya.

Perawatan mobil CVT

Komponen CVT tidak bisa diganti satu per satu, melainkan harus satu set. Sebagai gambaran, CVT milik Nissan Livina lama dibanderol hingga Rp 47 juta. Sedangkan Honda Mobilio sudah mencapai Rp. 60 juta.

Agar transmisi ini tidak mogok sebelum waktunya, ada baiknya Anda mengetahui tentang perawatan mobil CVT. Tidak sulit, cukup lakukan hal-hal sederhana di bawah ini:

1. Tancap Gas Harus Sopan

Perawatan mobil CVT. (pexel)

Perawatan mobil CVT yang pertama adalah tidak mengendarainya secara agresif. Ini penting, karena karakter khas CVT adalah berporos pada katrol ganda dan sabuk baja dengan cara kerja yang fleksibel.

Jika komponen ini terus menerus ditegangkan atau diguncang, maka dapat terjadi selip dan menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu berkendaralah dengan sopan.

Pemilik mobil CVT harus tahu bahwa habitat transmisi ini ada di perkotaan. Jadi, tancap gas perlahan agar komponen lebih awet.

Jika ingin menyalip kendaraan lain, boleh saja tancap gas agak dalam tapi jangan menekan terlalu keras hingga habis. Pelan-pelan saja!

Selain itu, transmisi CVT tidak diperuntukkan untuk medan berat seperti tanjakan atau beban berat. Jika Anda akan sering menggunakannya di sana atau untuk keperluan seperti itu, sebaiknya jangan menggunakan CVT.

Tidak percaya? Simak saja, apakah memang ada mobil pick-up yang menggunakan transmisi CVT? Tidak apa-apa, karena memang daya tahan CVT menerima beban seperti itu kurang bagus. Di sinilah kekurangan CVT dibanding otomatis konvensional.

2. Pastikan Memindah Gigi dengan Benar

Perawatan mobil CVT
Perawatan mobil CVT. (shutterstock)

Anda juga bisa melakukan perawatan mobil CVT dengan melakukan perpindahan gigi yang benar. Apalagi saat ingin memasuki gigi lawan.

Misalnya setelah bergerak maju, lalu ingin mundur. Jangan pindah gigi, sebelum mobil benar-benar berhenti. Dan sebaliknya dari mundur menjadi maju.

Lalu saat sedang dalam kecepatan tinggi, juga jangan tiba-tiba menurunkan gigi transmisi. Misalnya dari D, tiba-tiba ke L. Hal ini bisa sangat merusak CVT pada mobil matic.

3. Ganti Oli Hingga 50 Ribu Km

Perawatan mobil CVT
Perawatan mobil CVT. (spesial)

Salah satu cara merawat mobil CVT adalah dengan mengganti oli transmisi. Ya, transmisinya juga ada oli dan ini sangat penting untuk fungsinya.

Tanpa oli, katrol, dan rantai di CVT, tidak mungkin bergerak bebas. Sekalipun oli jelek, ini bisa menyebabkan hal yang sama. Efeknya jadi selip dan bisa merusak transmisi.

Agar hal ini tidak terjadi, perawatan CVT yang bisa anda lakukan dengan mengganti oli transmisi secara berkala. Penggantian minimal dilakukan setiap 30 ribu Km, maksimal 50 ribu Km.

Intinya, semakin keras mobil Anda bekerja seperti digunakan sebagai taksi online, semakin cepat Anda harus mengganti oli CVT. Jika mobil bertahan lebih lama atau bekerja santai, maka Anda bisa mengganti oli transmisi pada jarak maksimal.

4. Gunakan Oli Khusus CVT

Perawatan mobil CVT
Perawatan mobil CVT

Perawatan mobil CVT berikutnya yang perlu diperhatikan, saat mengganti oli pastikan menggunakan oli khusus. Ya, ada oli CVT dan berbeda dengan otomatis konvensional.

Cara mengetahui oli CVT tidaklah sulit. Pada umumnya tulisan CVT sudah tersedia pada kemasannya. Kemudian setiap merek mobil juga memiliki olinya masing-masing, jadi sesuaikan saja dengan spesifikasinya.

Bicara soal harga oli khusus CVT, harganya memang sedikit lebih mahal dari oli mobil matic biasa. Selisihnya sekitar Rp 100 ribu.

5. Periksa Oli Pendingin CVT Secara Berkala

Perawatan mobil CVT
Perawatan mobil CVT

Kemudian perawatan mobil CVT selanjutnya adalah oil cooler yang harus diperiksa. Karena komponen ini bisa bocor atau rusak. Jika itu terjadi, tentu akan membahayakan transmisi.

Efeknya transmisi bisa panas dan menurunkan performa. Jika dibiarkan, transmisi bisa rusak. Sayangnya lagi, oli pendingin CVT yang bocor tidak mudah dideteksi. Karena tidak ada indikator di panel instrumen mobil.

Jadi yang terpenting adalah selalu mengecek kondisi oil cooler secara rutin. Misalnya, setiap mengganti oli mesin, mintalah teknisi untuk memantau transmisinya juga.

Anda juga perlu mengetahui gejala CVT yang rusak, agar bisa segera diperbaiki jika terjadi masalah. Misalnya saat mendengar suara keras, banyak sentakan, hingga responnya terlambat. Gejala terakhir yang paling sering dialami, alias ketika pedal gas diinjak, mobil berakselerasi pelan.

Itulah tadi perawatan mobil CVT yang bisa Anda lakukan dengan mudah. Jika Anda melakukan perawatan secara rutin, tentunya umur transmisi akan lebih panjang. Ditambah lagi performanya akan lebih nyaman digunakan berkendara.

Oh ya, sebagai tambahan informasi, transmisi CVT ini memiliki umur sekitar 150 ribu km. Jadi jika Anda sudah berada pada jarak tersebut, Anda harus memeriksanya lebih intens lagi.

Semoga tipsnya perawatan CVT ini berguna!

Baca juga artikel terkait otomotif atau artikel menarik lainnya dari AutoMagz.

Recommended Posts