Masalah karburator biasanya muncul saat perawatan sepeda motor tidak dilakukan secara rutin. Sebenarnya solusinya cukup mudah. Cukup datang ke bengkel pinggir jalan saja sudah bisa memperbaiki karburator yang bermasalah.

Namun lain cerita, bila masalah terjadi saat riding di lokasi yang jauh dari bengkel. Karburator yang bermasalah bisa menjadi penyebab motor mogok. Apalagi jika memaksa pemilik motor mendorong kendaraannya karena hal tersebut masalah karburator ini.

Masalah karburator

Agar terhindar dari kejadian buruk tersebut, ada baiknya Anda mengetahui lima masalah umum yang sering terjadi pada karburator sepeda motor. Beberapa cara berikut juga bisa dicoba untuk mengatasinya jika mengalami kendala di jalan.

1. Setting tidak sesuai

Masalah karburator. (shutterstock)

Umumnya karburator memiliki dua sekrup pengatur kecil. Kedua sekrup mengatur masuknya bahan bakar dan yang lainnya berperan mengatur asupan udara.

Keduanya sering diatur menyesuaikan dengan kondisi idling atau putaran mesin ideal saat itu pemalasan. Hanya saja yang perlu Anda ketahui, memutar salah satu skrup saja dapat mempengaruhi performa mesin.

Namun perlu diingat, jika perbandingan antara angin dan campuran bensin tidak ideal, bisa membuat proses pembakaran bahan bakar menjadi tidak sempurna. Alhasil, performa mesin jadi kurang sip. Mati juga gampang. Jadi jangan asal setel karburator.

2. Bensin tidak turun

Masalah karburator
Masalah karburator. (shutterstock)

Masalah lain yang sering dihadapi pemilik motor karburator adalah mesin sulit dihidupkan. Apalagi saat kuda besi dibiarkan menganggur dalam waktu yang lama. Bisa juga saat berada di dataran tinggi.

Jika itu terjadi, periksa saluran bensin sepeda motor Anda. Mungkin ada masalah bensin tidak mengalir dari tangki ke karburator. Umumnya untuk motor yang masih mengusung karburator tidak memilikinya pompa bahan bakar. Aliran bensin dari tangki ke karburator hanya menggunakan gravitasi.

Saat motor dibiarkan diam dalam waktu lama, biasanya terjadi masalah karena ada udara yang terperangkap di dalam karburator sehingga menghalangi aliran bensin, sehingga meski diinterupsi beberapa kali, mesin akan kesulitan untuk dihidupkan.

Jika Anda menjumpai hal tersebut, jangan ragu untuk melepas selang bahan bakar yang masuk ke karburator, dan biarkan bensin mengalir hingga lancar. Setelah itu, pasang kembali selang ke karburator.

3. Main jet tersumbat

Masalah karburator
Masalah karburator. (shutterstock)

Masalah lain yang sering ditemui adalah bermain jet buntu. Main jet berfungsi untuk mendistribusikan dan menyemprotkan bensin. Debit bensin yang keluar akan tergantung pada diameternya bermain jet.

Karena penggunaan sehari-hari, kerak atau kotoran dapat menempel pada main jet. Akibatnya pasokan bensin akan terhambat dan volume bensin yang disalurkan juga akan berkurang masalah karburator ini akan membuat motor terasa kaku.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan rajin membersihkan karburator. Proses ini berguna untuk membersihkan semua saluran di karburator hingga ke main jet. Alhasil performa karburator selalu optimal saat dikendarai.

4. Bensin bocor dari karburator

Masalah karburator
Masalah karburator. (shutterstock)

Ada juga masalah bocornya bensin di karburator. Padahal karburator sebenarnya dirancang agar aman menahan tekanan bensin. Tapi tetap saja akan ada masalah karburator bocor. Ini karena sistem pelampung tidak bisa menutup saluran bahan bakar, sehingga bensin meluber dari sambungan selang.

Jika Anda menjumpai hal tersebut, segera periksa kebocoran pada selang atau bagian pada karburator. Jika selang dalam kondisi normal, maka masalahnya ada pada karburator.

5. Pengaruh modifikasi karburator

Masalah karburator
Masalah karburator

Biasanya untuk mendapatkan performa yang lebih baik, pemilik motor akan memodifikasi karburator dengan mengganti main jet, jarum skep atau lebar venturi. Hanya saja penggantian komponen yang tidak sesuai ukurannya bisa menimbulkan masalah lain, seperti lebih boros bensin dan lain-lain.

Memang dengan melakukan modifikasi dapat meningkatkan performa motor, namun dampak lainnya umur komponen akan semakin pendek. Jika Anda menjumpai gejala yang disebutkan tadi, cara terbaik adalah dengan mengganti komponen yang sudah diubah dengan komponen bawaan pabrik.

Demikian semoga ilmunya masalah karburator ini berguna!

Baca juga artikel terkait otomotif atau artikel menarik lainnya di AutoMagz.

Recommended Posts