Dengan curah hujan yang tinggi dan potensi genangan tinggi di berbagai tempat saat ini, mobil pun menjadi rawan terendam banjir. Ada lima hal pertama yang mesti dilakukan jika itu terjadi.

Musim hujan sedang ‘menyapa’ berbagai wilayah di Indonesia sejak September 2022 kemarin. Adapun puncaknya diperkirakan terjadi sekitar Desember tahun ini atau Januari tahun depan.

Sebelum itu, hujan deras sudah kerap melanda dan menyebabkan banjir di berbagai wilayah. Bukan hanya manusia, mobil pun bisa menjadi korbannya.

Mobil bisa terendam banjir, baik saat berada di jalan atau pun saat hanya diparkir di rumah atau parkiran umum. Pertama-tama, disarankan agar sebisa mungkin memperkecil kemungkinan tersebut dan hindari perilaku mengandung risiko.

“Jangan pernah memaksakan melewati jalan banjir karena berisiko mobil mogok. Cari rute alternatif atau tunggu hingga banjir surut,” kata Aftersales Business Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara melalui keterangan resmi pada Senin (18/10/2022).

Mobil Terendam Banjir, Jangan Panik dan Ikuti Tips Ini

Auto2000, jaringan diler serta bengkel resmi Toyota di Indonesia, memberitahukan lima tindakan yang mesti dilakukan andai kata banjir tak bisa dihindari dan mobil Anda terendam. Berikut paparannya:

Biarkan Mesin Tetap Mati

Bagaimana pun, biarkan mesin mobil yang terendam banjir tetap dalam keadaan mati. Jika Anda menyalakannya, water hammer bisa terjadi.

Sekadar mengingatkan, water hammer atau hydrolocking merupakan peristiwa masuknya air ke dalam ruang bakar mesin melalui air intake. Tekanan besar akhirnya terjadi dan membuat air tersebut bertindak layaknya palu yang membengkokkan setang piston, head silinder, dan lain-lain.

Copot Kabel Aki

Demi menghindari risiko arus pendek listrik alias korsleting, segera lepas kabel-kabel dari kepala aki jika memungkinkan. Periksa pula komponen-komponen mobil dengan hati-hati, saat ada kesempatan.

Pasalnya, bagian pengapian semisal busi, saringan udara, koil, alternator, maupun kabel-kabel plus sambungannya rentan rusak kalau terendam banjir. Waspadalah saat mengecek Electronic Control Unit (ECU) yang sangat sensitif dan bisa mengalami kerusakan fatal.

Jika Bisa, Dorong Mobil ke Tempat Aman

Jika situasi memungkinkan, pindahkan mobil ke tempat lebih aman dengan cara didorong. Jika tidak, biarkan terparkir di lokasi banjir dan bawa barang-barang berharga dari dalam mobil.

Cek Ketinggian Air pada Mobil serta Oli Mesin

Lihat dengan seksama sampai mana mobil terendam. Kalau sampai melebihi batas rumah transmisi, mesin berpotensi kemasukan air.

Cek kondisi oli melalui dipstick. Warna yang keruh atau berubah menjadi coklat juga menjadi pertanda air sudah masuk ke ruang mesin.

Telepon Layanan Darurat

Terakhir, secepatnya telepon layanan darurat yang disediakan oleh agen pemegang merek (APM), diler resmi, atau asuransi. Auto2000, misalnya, menyediakan keanggotaan gratis AstraWorld selama lima tahun yang meliputi Emergency Roadside Assistance (ERA) 24 jam non-stop lewat nomor 500898.

“Begitu mobil mogok, segera hubungi layanan darurat agar dapat dibawa ke bengkel Auto2000 untuk mendapatkan perbaikan. Pastikan pula mobil memiliki perluasan jaminan asuransi korban banjir,” tutup Tara.

Recommended Posts