Kumparan motor rusak tentunya akan mengganggu kinerja mesin. Karena koil merupakan salah satu komponen terpenting pada sepeda motor. Gunanya untuk menunjang sistem pengapian pada busi, dengan cara menaikkan tegangan yang berasal dari aki atau akumulator.

Jika kondisi koil rusak, otomatis kinerja pengapian akan terganggu dan akibatnya motor bisa crash dan mogok di jalan. Tapi dalam antisipasi kumparan motor rusak sebenarnya dapat dideteksi lebih awal.

Kumparan motor rusak

Cara mendeteksi koil motor yang rusak sebenarnya cukup mudah. Pemilik sepeda motor hanya bisa melakukannya dengan alat yang biasa tersedia di bagasi sepeda motor. Nah, seperti apa? Berikut tiga cara mudah mendeteksi kerusakan koil motor.

1. Cabut Kepala dan Busi

Kumparan motor rusak. (shutterstock)

Cara pertama yang harus anda lakukan untuk mendeteksi kerusakan pada koil adalah dengan melepas terlebih dahulu header dan busi, kemudian akan terlihat dua ujung kabel yang menuju ke koil primer dan koil sekunder.

2. Pasang ujung kawat kumparan ke massa

Kumparan motor rusak
Kumparan motor rusak. (shutterstock)

Untuk mengetahui kondisi kumparan kuat atau lemah, pasangkan ujung kabel kumparan ke massa dengan jarak sekitar 1 cm. Massa yang dimaksud adalah benda logam yang dapat menghantarkan listrik, jika sulit menemukannya, Anda dapat menggunakan baut pada motor sebagai alternatif sebagai massa untuk mengeceknya.

Setelah itu putar kunci kontak ke On, kemudian hidupkan motor starter sekaligus pasang ujung kabel koil ke massa atau baut tadi, dan perhatikan kondisi percikan api yang dihasilkan.

Jika kondisi percikan api berwarna merah, itu menandakan koil motor sudah rusak atau sudah mulai melemah, sehingga tidak mampu menghantarkan daya listrik yang besar. Namun jika busi masih tampak berwarna biru, maka ini pertanda koil masih dalam keadaan baik atau berarti masih bisa bekerja untuk menaikkan tegangan ke busi.

Namun selain itu, Anda juga bisa mencoba memasang kabel koil ke bodi mesin. Jika terjadi percikan api, jangan langsung menyimpulkan koil dalam kondisi baik. Anda harus mengeceknya kembali dengan memasang busi, jika ternyata tidak ada percikan api berarti koil motor rusak atau sudah dalam kondisi lemah sehingga tidak berfungsi maksimal.

Jika demikian, Anda harus segera berkonsultasi dengan mekanik langganan tentang kemungkinannya kumparan motor rusak. Pada langkah ini, jika ternyata motor Anda mulai menunjukkan tanda-tanda mogok atau gagap atau berderak, dan koil masih mengeluarkan percikan api biru, berarti ada komponen lalu lintas yang rusak.

Ada baiknya Anda memeriksa komponen lain seperti busi untuk mengetahui penyebab motor Anda mulai terasa tidak nyaman untuk dikendarai.

3. Mesin tiba-tiba mati

Kumparan motor rusak
Kumparan motor rusak. (shutterstock)

Selain melepas tutup koil dan menempelkannya ke benda logam, ada cara lain untuk mengetahui apakah koil dalam kondisi buruk. Perhatikan kondisi mesin saat panas atau setelah menempuh perjalanan jauh. Jangan langsung mematikan mesin, biarkan mesin dalam keadaan idle.

Jika mesin sepeda motor tiba-tiba mati, maka asumsinya sistem pengapian bermasalah. Asumsi umumnya adalah tidak terjadi pembakaran di ruang mesin sehingga mesin mati dan sulit dihidupkan.

Jika koil lemah dan rusak akibat pemakaian, maka sistem pembakaran akan terganggu. Mengapa? Biasanya koil sudah tidak bisa lagi menaikkan tegangan rendah, untuk itu tidak ada cara selain mengganti koil dengan yang baru.

Anda bisa memilih koil bawaan pabrik atau versi standar, Anda juga bisa mencoba koil racing dari merk aftermarket. Untuk pilihan kedua ada banyak merk sebut saja KTC, UMA, TK Racing dan lain-lain. Semua koil ini menawarkan sistem pengapian yang jauh lebih baik daripada koil standar.

Mudah-mudahan cara pendeteksiannya mudah kumparan motor rusak ini berguna, ya!

Baca juga artikel terkait Otomotif atau postingan menarik lainnya di OpenReview.

Recommended Posts